Selasa, 22 Oktober 2013 | By: Rahman Raden

5 Fakta Unik Kota Pontianak


Kapal Fery alias Pelampung di Kota Pontianak


Di tahun 2013 ini tepatnya tanggal 23 Oktober kota Pontianak akan merayakan hari jadinya yang ke 242. Di usia yang sudah dua abad lebih ini kota Pontianak sudah mulai dikenal baik dan berkembang, baik di sektor ekonomi, sosial budaya dan pembangunan disektor pariwisata secara Nasional. Di usia ke 242 ini

Nah bertepatan dengan hari jadi kota Pontianak ke 242 ini saya akan sedikit mengupas beberapa fakta unik yang ada di Pontianak. Fakta-fakta uniki ini semoga bisa menjadi bahan informasi yang baik untuk seluruh orang yang “Kepo” tentang kota Pontianak.

1.       Korem itu adalah markas TNI yang kepanjangannya adalah Komando Resor Militer, tetapi di Pontianak, Korem itu adalah Alun-alun Kapuas yang ada ditengah kota. Kebetulan Alun-Alun Kapuas ini berada di depan Korem maka masyarakat kota Pontianak lebih akrab menyebut Alun-alun dengan sebutan Korem. Nggak nyambung memang tetapi ini Fakta.

2.       Pelampung itu adalah sejenis perahu karet yang berukuran kecil berdiameter kurang lebih 1 meter. Tapi taukah bahwa Faktanya di kota Pontianak, masyarakatnya lebih terbiasa menyebut Pelampung untuk kapal penyeberangan Fery. Jadi hanya di kota Pontianak pelampung itu berwujud kapal Fery berbahan besi buka karet.

3.       Sungai terpanjang di Indonesia itu sungai Kapuas yang membelah kota Pontianak, ada banyak sungai-sungai kecil dan Parit (Kali) bermuara di sungai Kapuas. Wilayah di kota Pontianak itu identik dengan sungai dan parit. Ada Sungai Jawi, Sungai Beliung, Sungai Raya, Parit Tokaya, Parit H Husein, Parit Wan Salim, Parit Pangeran, dan ratusan namasungai dan parit lainnya jika di total dengan yang ada di Kab Pontianak.

4.       Mitra adalah rekan, teman atau relasi. Faktanya di kota Pontianak ada banyak supermarket besar  yang menggunakan nama Mitra. Contohnya Mitra Anda, Garuda Mitra, Ligo Mitra, Mitra 5000, Mitra Kita. Serta Mitra-mitra yang lain yang banyak ditemukan disudut kota Pontianak.

5.       Jembatan Tol, bukan berarti itu rangkaian jembatan Tol yang berbayar seperti jalan Tol pada umumnya semisal Jembatan Suramadu. Jembatan Tol yang dimaksud adalah jembatan Kapuas yang menghubungkan Pontianak Kota menuju Pontianak Timur dan Utara. Dulu di tahun 80an s/d awal 90an memang diberlakukan sistem seperti jalan Tol yang berbayar. Kini tidak lagi. Walaupun begitu faktanya orang kota Pontianak masih akrab menyebut Jembatan Kapuas dengan sebutan jembatan Tol.

Itulah lima fakta unik dan sisi lain seputar kota Pontianak yang mungkin belum anda ketahui sebelumnya, semoga dimoment hari jadi yang ke 242 ini kota Pontianak  semakin diwarnai beragam  hal-hal unik dan beragam sehingga lebih mudah dikenal orang di penjuru Nusantara hingga masyarakat dunia. Amin...


#FaktaPTK #PTK242
Follow twitter: @rahmanraden

Selasa, 01 Oktober 2013 | By: Rahman Raden

YKS & Transtv Mengubah Peta Industri Kreatif TV Nasional

Saya kurang tahu berapa banyak artikel yang mengupas YKS di Transtv yang tertuang disini. Saya menulis artikel ini karena didasari apa yang saya lihat sebagai pemirsa. Yups peta industri kreatif kini kembali berubah dengan konsep baru dan pelopornya adalah lagi-lagi transcorp. Mengapa saya sebut “lagi-lagi transcorp” ??? masih ingat kesuksesan Extravaganza, kemudian OVJ walaupun sekarang OVJ sudah lesu karena tidak mampu menandingi YKS yang lagi hits

 Indonesia pun kini mendapat tontonan alternatif yang cukup menghibur. Berangkat dari kesuksesan Yuk Kita Sahur kini Yuk Keep Smile hadir sepanjang hari atau stripping setiap jam delapan malam waktu indonesia barat. Kesuksesan YKS merupakan bukti bangkitnya tv ini pasca ditinggal kaptennya yaitu Wishnutama. Boleh dibilang transtv berhasil move on setelah di tinggal Wishnutama.

Perubahan di industri kreatif ini bermula dengan hadirnya new commer hasil jelmaan. Talent jelmaan tersebut adalah para kru transtv yang semula berada di balik layar justru transtv membuat ide dengan menghadirkan kru balik layar sebagai dagangan menarik didepan teve bersanding dengan dengan artis-artis yang lebih dulu populer di YKS.

Sontak saja kehadiran kru teve transtv didepan kamera mendapat sambutan positif dari pemirsa. Dengan bermodalkan wajah sedap serta akun twitter para kru ini menjadi idola baru. Mereka para kru pada umunya muncul di depan kamera dengan konsep ala infotainment yaitu mengorek kehidupan pribadi misalnya soal asmara. Memang dari dulu "dagangan asmara" ini cukup laris di televisi. Kini para kru transtv yang terlibat di YKS memiliki popularitas dan membludaknya jumlah follower di twitter.

Dari fenomena YKS ini muncul beberapa fakta menarik yang berhasil saya tuangkan disini.
1.      Goyang Caesar ikon penting dari acara YKS menjadi dasar bahwa Indonesia bisa berjaya di negeri sendiri dengan Goyang Caesar walaupun tak mendunia ala Gangnam Style atau Harlem Shake paling tidak Goyang Caesar karya anak negeri yang disukai.
2.     Goyang Caesar di iringi musik dangdut komplo, menjadi bukti bahwa musik dangdut masih mengakar kuat di Indonesia dan koplo bukan musik milik pantura saja tapi mulai membahana secara nasional.
3.      Kru muncul depan kamera, strategi perang ini bukanlah hal mudah untuk dijadikan bumbu di acara YKS tetapi jika dikemas semenarik mungkin tim berseragam hitam itu mampu mengikuti ritme yang dibutuhkan tv yaitu rating. Jualan kru balik layar juga laku dan transtv berhasil mencuri start dari tv lain.
4.      Minat bekerja di Transtv, setelah fenomena YKS meledak dan kru-krunya menjadi populer sering di jumpai di twitter bahwa adik-adik kita kalau sudah lulus kuliah ingin bekerja di Transtv. Hikmahnya “paling tidak adik-adik kita sadar akan pendidikan dan semangat untuk kuliah sebaik-baiknya agar kelak bisa sukses dalam berkarir”

Saya disini tidak mau mengupas soal lawakan YKS yang masih menuai kritik dari “beberapa pihak” apalagi tepung-tepung itu terbuang mubazir karena disini saya hanya mengupas fenomena baru yang terjadi pertelevisian nasional. Ini akan menjadi bagian sejarah industri pertelevisian nasional soal kesuksesan acara YKS bersma kru balik layarnya. Menjadi tren dan otomatis teve swasta lain cukup terganngu dengan peta kreatif yang sukses dibuat oleh Transtv. 

Lihat saja sekarang di acara musik pagi ada Goyang Gaspol secara massal ala Goyang Caesar dan beberapa acara lawakan teve tetangga mulai menggunakan tepung sebagai warna pemancing tawa. Ini merupakan bukti YKS cukup mampu merubah tren dunia pertelevisian. Terakhir pengusaha tepung naik daun karena permintaan tepung secara signifikan naik dari sebelumnya. Sekali lagi yang terakhir, apapun itu intinya kita harus cerdas memilih acara televisi. YKS cukup membuat saya tertawa dimalam hari setelah siang harinya penat oleh aktivitas kerja.



Kamis, 12 September 2013 | By: Rahman Raden

Hikmah Standarisasi Bahasa Vicky


Aksi teror penembakan anggota Polisi dekat gedung KPK oleh orang tak dikenal memang masih saja beritanya menghiasi sejumlah news di televisi tanah air. Pengungkapannya pun terkesan lamban karena kasus penembakan polisi bukan pertama kalinya.

Namun kehebohan berita penembakan seorang polisi dekat gedung KPK bukanlah berita pertama yang menghiasi sejumlah media di minggu-minggu awal bulan september ini terutama kehebohan yang selalu saja datang dari dunia hiburan. Dan dangdut memulainya pertama. #SejenakLupakanAQJ

Bukan soal musik dangdut tapi dari penyanyi dangdut Zaskia Gotik, sejak Zaskia dikabarkan bertunangan dengan Vicky Prasetyo kehebohanpun tercipta, para lelaki muda di Indonesia geger karena Zaskia Gotik betunangan, bahkan banyak om-om yang patah hati menonton berita tersebut.

Tak lama setelah itu beredar berita Zaskia putus dengan Vicky Praseto karena ternyata Vicky seorang penipu dan korbannya datang dari kalangan penyanyi dangdut juga. Dari drama Zaskia Gotik bertunangan yang singkat tersebut maka tertinggallah kenangan dihati masyarakat. Kenangan antara Zaskia dan Vicky tersebut adalah sebuah vedeo konfrensi pers. Dimana saat didepan awak media Vicky menggunakan bahasa Indonesia yang tidak baku bercampur bahasa inggris yang membuat kita hanya bisa melongo nggak ngerti dengan susunan kalimatnya.

Dari vedeo konfrensi pers itu percakapan Vicky yang tidak jelas maknanya “agar terlihat intelek” menjadi bahan lelucon dan olokan di dunia maya, nah terjadilah demam terVicky. Konspirasi kemakmuran, kontroversi hati, kudeta, basically suka musik, statusisasi serta sasi-sasi yang lain menjadi percakapan yang banyak diminati oleh pengguna sosial media seperti twitter dan facebook saat ini.

Itu semua dipengaruhi oleh gaya bicara sang “maestro” Vicky yang saat itu mengaku  “twenty nine my age” Sayangnya kepopuleran Vicky saat ini tak cukup dirasakan olehnya karena saat ini Vcky ditahan di Lapas Bulak Kapal Bekasi atas pemalsuan surat tanah senilai satu milyar lebih.

Dari statusisasi Vicky sebagai tahanan konspirasi tentu telah mengkudeta kemakmurannya yang basically suka musik.

Hikmahnya dari kasus pembicaraan Vicky yang tidak tepat kosa kata dan penempatan kalimat dalam pembicaraannya membuat kita sadar bahwa, belajar bahasa Indonesia dengan baik itu penting, menjadi diri sendiri lebih baik tanpa memaksa menjadi orang lain untuk jadi hebat. Serta yang terakhir jujur adalah pemanisnya dalam bersikap.
Salam Naturalisasi
Selasa, 21 Mei 2013 | By: Rahman Raden

Bidadari Di Istana Kardus

Cover Buku Bidadari Di Istana Kardus


Puisi adalah bahasa paling tepat yang berhasil di ilhamkan Tuhan kepada manusia, sehingga keindahan itu tidak hanya dihadirkan oleh semesta alam saja, melalui bahasa yang berbentuk puisi keindahan itu mampu dihadirkan sebagai semangat akan sempurnanya manusia sebagai mahluk Tuhan. Keindahan bahasa itulah kami tuangkan dalam buku kumpulan puisi berjudul “Bidadari Di Istana Kardus” karya Rahman Raden dan Ade Opiq. Semoga buku ini menjadi semangat baru bagi semua orang untuk terus melihat keindahan.
Itulah prolog yang saya buat untuk display buku saya di nulisbuku.com berjudul “Bidadari di Istana Kardus” buku ini adalah karya saya yang kedua yang berisi kumpulan puisi setelah sebelumnya merilis buku berjudul “Reload” yang juga diterbitkan lewat jalur indie di situs nulisbuku.com juga. Karya kedua ini saya berkolaborasi dengan sahabat saya Ade Opiq.

=========
Berikut penggalan puisi “Bidadri Di Istana Kardus”


Di sudut sana
Terlihat lima makhluk mungil
Terdiam dan terpaku
Menatap ke kolong langit
Seolah mereka mendapat ilham
Padahal mereka paham
Bahwa ketetapan ratu adalah sabda
Yang tak bisa dirubah dan digoda
Hari ke hari
Tak ada yang dapat dinanti
Semuanya telah pergi
Meninggalkan mereka di bawah atap yang tak termiliki
Entah mereka bermimpi apa
Akhirnya mereka membangun istana
Walau hanya tersusun dari papan yang berkotak
dan kardus yang beranekaragam modelnya
Seiring waktu yang bergulir
di istana yang sederhana itu
Mereka menjumpai kedamaian yang telah hilang
Berbagi tentang cerita Tuhan
Mengadu tentang jeritan hati yang tependam
Namun…..
Sabda ratu kemabli berbisik
Tak satupun yang mampu mengusik
Bahkan sabda rajapun menjadi bertitik
Dalam hati yang terdalam
Ada tanya yang tertahan
Pernahkah ratu tahu….
Istana itu adalah tempat Tuhan berbagi pengetahuan
Istana itu adalah tempat terindah di sisi Tuhan
Di istana itu telah singgah satu bidadari dari kayangan

=========
Bagi anda yang ingin membeli buku ini silahkan klik nulisbuku.com
Link: http://nulisbuku.com/books/view/bidadari-di-istana-kardus
Follow me: @rahmanraden
Rabu, 15 Mei 2013 | By: Rahman Raden

Kasus Fatin: Lupa Lirik atau Lipsync Yang Dosa


Melihat insiden lupa lirik yang di alami Fatin Shidqiah Lubis pada Gala Show 3 Besar X Factor Indonesia, langsung mendapat sorotan tajam dari pemirsa setia X Factor Indonesia. Gelombang kontroversi pun bermunculan. Mulai dari sosial media twitter dan facebook hingga media Online hingga forum di dunia maya tak henti mengupasnya.

Nama Fatin pun semakin mencuat, karena besarnya perhatian publik terhadap dirinya selama di X Factor Indonesia. Dari insiden lupa lirik saat menyanyikan lagu Lenka Everything it Once pun Fatinistic melakukan pembelaan secara besar-besaran terhadap serangan dari haters.

Dari kesalahan yang dilakukan Fatin bukanlah sebuah dosa besar bagi seorang penyanyi, apalagi bagi Fatin yang baru saja terjun di Industri vocal ini. Munculnya gelombang serangan atau kritikan dari sebagian masyarakat terhadap Fatin yang lupa lirik itu menunjukan betapa rendahnya etika dan pengetahuan masyarakat Indonesia terhadap musik.

Mereka para kritikus terlalu lama dibesarkan dan dimanja dengan kehidupan penyanyi yang sering Lipsync di televisi. Lipsync bukanlah sebuah dosa besar bagi mereka, dan ketika Fatin nyanyi lupa lirik di atas panggung justru di anggap sebuah dosa. Itu sebuah sikap terbalik yang menunjukan betapa naifnya mereka yang memiliki pandangan lupa  lirik itu dosa dan lipsync itu biasa.

Sabtu, 23 Maret 2013 | By: Rahman Raden

FATIN PUN BISA MENJADI RIVAL NOVITA DEWI




Penampila semibilan kontestan X Factor  Indonesia jumat malam banyak menghadirkan jawaban-jawaban yang terus dipertanyakan publik. Gala Show ke 5 X Factor Indonesia juga membuat saya dan sebagian orang lain merasa kecewa karena kontestan berkharisma Agus Hafiludin harus tersingkir akibat (katanya kurang dukungan sms yang rendah) insiden lupa lirik saat menyanyikan lagu Dealova milik Once.

Insiden lupa lirik Agus Hafiludin saat dipanggung live membuat formasi lengkap mentor Bebi Romeo berkurang dan menyisakan tiga kontestan yaitu Novita Dewi, Isa Raja dan Alex Rudiart. Persaingan pekan depan semakin ketat menuju panggung Grand Final.

Kemudian penampilan yang paling di tunggu adalah Fatin Sidqiah Lubis membawakan lagu romantis Perahu Kertas milik Maudy Ayunda secara keseluruhan lebih baik dari minggu sebelumnya, bahkan juri Ahmad Dhani menyatakan rela Fatin menjadi juara X Factor Indonesia dan itu bisa menjadi bukti kemampuan vocal Fatin mampu menjadi rival berat Novita Dewi yang pernah juara menyanyi International.

Secara terbuka juri Bebi Romeo memuji penampilan Fatin dan memberi masukan kepada mentornya Rossa agar kedepannya Fatin lebih diberi keleluasaan dalam menampilkan karakter vocal Fatin ketimbang teknik vocalnya. Karena menurut Bebi,  80% kekuatan Fatin ada di karakter vocal dan 20%nya ada di teknik.
Setelah ribut-ribut dua pekan soal Novita Dewi yang seorang penyanyi profesional dan pernah rekaman akhirnya secara takut-takut mengatakan memang pernah rekaman saat di tanya oleh Ahmad Dewi, termasuk pernah juara nyanyi international.

X Factor sendiri secara terbuka melalui pernyataan juri mengatakan bahwa kompetisi X Factor Indonesia terbuka untuk “umum”. Seorang yang pernah rekaman dan berpengalaman banyak  seperti Novita Dewi boleh ikut X Factor apalagi yang belum berpengalaman seperti fatin Sidqiah Lubis. Intinya tidak ada batasan jika ingin menjadi peserta X Factor Indonesia.