Minggu, 05 Juni 2011 | By: Rahman Raden

Sisi Tak Mengerti


          Emosi eksekusi privasi, jadikan koruptor jadi kreator seolah investor kecantol melewati jalan tol.
Alibi katanya manusiawi tetapi intuisi jadikan radikalisasi seolah berpuisi di jalan sepi
Evakuasi meniti kali, mengikuti suara hati untuk menanti kekasih yang llagi makan nasi
Emosi menjadi, melangkah menuju transisi berarti tak sendiri di jaman globalisasi
Saya sendiri tak peduli dengan tulisan ini karena saya tak dimengerti
Hihihi....hihihi.....





8 komentar:

amdhas mengatakan...

hehehehe, top abis nih posting.
Tul..bro ane juga ga ngerti..

Hariyanti Sukma mengatakan...

yoweslah .... aku juga gak ngerti ..???

r10 mengatakan...

apaan nih? aku juga tak mengerti :(

catatan kecilku mengatakan...

Makin banyak yg tersesat dalam ketidakmengertian nih... hayo yang punya blog tanggung jawab, hehehe.

Hai, apa kabat? Seneng bisa mampir lagi kesini setelah sekian lama. Maaf ya... baru sempat mampir lagi setelah sempat menghilang gara2 ikut diklat selama 2 bulan.

the others... mengatakan...

Hayooo..., foto siapakah yang dilingkari itu? Pasti bukan the most wanted person in the world kan? hehehe..

Akhirnya, aku bisa mengunjungimu lagi. Maaf ya, awardnya belum sempat aku pajang... Insya Allah dalam waktu dekat aku bisa memajangnya. Semoga semangatku mulai kembali lagi :)

Rahman Raden mengatakan...

jika tak mengerti tanyakan saja pd bulan.

thank ya ud mampir

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

saya juga tak mengerti. hi hi hi..keren abis ini puisi. Selalu diakhiri i i i....

obinhut mengatakan...

Saya jadi tidak mengerti bung ???

Poskan Komentar