Kamis, 12 Mei 2011 | By: Rahman Raden

DPR Lagi, Lagi DPR !



Bicara soal DPR RI tentu bayangan kita tertuju pada tunjangan sana-sini, raker kebarat, timur, selatan, utara. Panduan suara menutupi kebohongannya sendiri, Suap menyuap ribetnya nggak kalah dengan macet di Jakarta. Sekarang media lagi ribut soal tunjangan pulsa yang perbulan 14 juta rupiah per orang untuk anggota dewan (tak) terhormat.

Maka tak dapat di pungkiri seluruh anggota DPR RI bersilat lidah soal pemberitaan tersebut. Pulsa 14 juta rupiah bukan angka yang sangat kecil. Uang 14 juta bisa membeli ratusan buku perpustakaan sekolah yang ada di daerah. 

Apalagi sekarang infotainment tidak lagi menyoroti sang Miss Sensasi Indonesia yaitu Jupe-Depe, tetapi Angelina Sondakh yang terseret kasus suap Wisma Atlit di Palembang. Oai saya hampir lupa, beberapa minggu yang lalu ada insiden kecelakaan lidah anggota DPR RI yang ke Australia, yaitu soal email resmi  lembaga tersebut yaitu =komisi8@yahoo.co.id= Masa lembaga sekaliber DPR RI masih pake yang gratisan. Memalukan....

Selain itu ada perilaku aneh yang dilakukan oleh anggota DPR RI yang berlatar belakang artis, mereka bela-belain ngadain Konfrensi Pers bahwa artis bisa melakukan perubahan selama menjadi anggota DPR RI. Saya rada itu kebijakan yang buang-buang waktu.

Hingga saat ini tidak ada satupun rakyat Indonesia yang percaya penih dengan anggota DPR RI. Walaupun saya tidak melakukan riset sendiri akan tetapi. Ini bukti yang terhimpun beberapa waktu lalu yang dumiat di tempointeraktif.com.

Penilaian itu berdasar hasil survei dari lembaga Kemitran Partnership 2010 di 27 provinsi. Survei menyebutkan 78 persen responden mempersepsikan DPR sebagai lembaga terkorup.

Dan maaaaaaaaaaaa....aaaaaaaaaa...........sih......... banyak lagi perilaku-perilaku aneh anggota DPR RI yang membuat rakyat menderita. Indonesia Raya....

2 komentar:

joe mengatakan...

mereka itu sebenarnya tak ubahnya bagai para perampok....

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

pusing dah bila sudah ngomongin DPR

Posting Komentar