Minggu, 21 November 2010 | By: Rahman Raden

Diburu Wartawan

Cerpen: Sebanarnya aku tidak sama sekali memiliki popularitas didunia intertainmen tanah air. Aku adalah seorang pesinetron yang selalu kebagian peran pembantu alias actor figuran, selama dua tahun berkarir didunia hiburan aku sudah dua kali main sinetron yang kesemuanya adalah actor pembantu. Pada sinetron pertama aku berperan sebagai seorang satpam baik tempat aktris peran utama bekerja, sedangkan pada sinetron kedua aku berperan sebagai seorang sopir taksi yang kabagian dua puluh episode dari seluruh jumlah episode yaitu tiga puluh enam . Walaupun begitu aku sangat manikmati peran yamng aku mainkan dan aku termasuk pemain yang selalu datang tepat waktu ke lokasi syuting sehingga aku mendapat pujian dari sang sutradara yang dikenal galak. Ya jelas aja aku tidak pernah telat karena jadwal syutingku tidak sepadat pemain yang lain.
     Yang paling berkesan buat aku adalah pernah dua kali aku main di FTV dan langsung dapat peran utama serta main di film layar lebar dimana film tersebut adalah film yang bertabur bintang super bintang dan lagi-lagi dalam film layar lebar tersebut aku hanya muncul sepuluh detik yaitu ketika salah seorang aktris dalam film itu bertanya sebuah alamat dan akulah sebagai orang yang ditanya.
    Setiap aku keluar rumah, jalan-jalan ke mol misalnya aku kadang di sapa oleh orang yang tidak aku dikenal. Benar awajahku sedikit familiar lantaran aku pernah menbintangi sebuah iklan minuman suplemen, seumur hidup aku hanya satu kali keluar negeri yaitu pergi ke Mesir untuk pengambilan gambar untuk iklan yang aku bintangi itu. Ketika aku lulus casting iklan tersebut dan syutingnya di Mesir sampai-sampai dua tiga hari aku tidak enak makan kerena saking senangnya.
    Membintangi sebuah iklan minuman suplemen khusus pria, orang akan melayang fikiranya pada sosok fisikku seperti apa. Untuk wajah lumayan ganteng karena ada hidungku yang mancung, tinggi 173 dengan berat badan 65 kg. bicara soal kulit tentunya asli Indonesia alias sawo matang. Sebenarnya dari kecil aku tidak pernah terbayang untuk menjadi seorang artis karena menurutku dunia hiburan itu lebih berat dari kehidupan biasa.
***
Karena memang tidak pernah ada impian untuk terjun kedunia hiburan, akhirnya aku memutuskan mundur dari dunia yang identik dengan kehidupan glamour tersebut. Waktu terus berjalan hingga tanpa terasa sudah hampir dua tahun aku tidak muncul dilayar kaca.
“Sudah hampir dua tahun aku tidak mudik, insyaallah lebaran nanti aku mau pulang ke Jawa”
“Kalau aku nggak, karena Ramadhan ini aku sudah terima kontrak kerja di acara sahur, dan tiga hari setelah lebaran aku kembali syuting sinetron” ujar Delon sahabat yang satu kota denganku
“Komedi sahurnya dimana?”
“Biasa di TV tahun kemarin” jawab Delon dilanjutkan anggukanku.
Kemudian aku dan Delon melanjutkan makan siang di sebuah restoran kecil. Tiba-tiba ponsel Delon berdering
“Hallo, iya nanti pasti aku hadir. Masih makan siang”
“Kamu mau kemana, sinetronnya kan sudah kelar?”
“Ada wawancara di talk show-nya Rossa”
 “Berapa juta nominalnya?” tanyaku soal bayaran yang di berikan untuk Delon
“Lumayan buat kiriman orang tua dikampung” aku tertawa mendengar perkataan delon yang terakhir. Orang tua Delon memang masih seperti orang tuaku berada disebuah kampung yang sangat terpencil di daerah kabupaten Pemalang Jawa Tengah, masa kecil hingga SMA kelas dua dia habiskan didesanya yang jauh dari kota tersebut.
Dia terdampar di belantara kota Jakarta karena ketika SMA dia terpilih sebagai Runner-up pemilihan Cover Boy sebuah majalah remaja. Beberapa bulan setelah kemenangannya tersebut Delon selalu banjir tawaran kerja, berawal sebuah iklan, sinetron bahkan dia sudah menyiapkan album solo perdananya tahun depan, masih muda tajir pula. Sementara aku, hanya menjadi seorang foto model di majalah itupun pemotretannya tidak sering-sering amat.
“Kok telat sih, katanya mau makan siang?”
“Sorry banget tadi aku masih harus bertemu dengan produser acara Lima Wajah”
“Lima Wajah, acara apa itu?”
“Ya, semacam bincang-bincang seleb gituh”
“Talk show?” Tere hanya mengangguk mendengar pertanyaanku.
Tere adalah gadis blesteran Jawa Skotlandia, yang sekarang menjadi pacarku. Posisinya didunia hiburan, sama seperti aku, dia masih balum terlalu tenar untuk seorang wanita blesteran seperti dia. Selama setahun berkarir dia belum pernah terjun kedunia akting, saat ini dia menjadi seorang presenter.
“Apa motivasi kamu menerima kerjaan itu?”
“Awalnya acara ini ditawarkan pada Mano, karena dia lagi sibuk dengan dua film barunya yang seminggu lagi mulai syuting, jadinya diberikan sama aku. Melihat konsep acaranya menurut aku memang sedikit berat karena harus dibumbui humor tapi menurut Mano aku bisa membawa acara tersebut”
***
    “Dinno tidak bisa pulang, Dinno sedang sibuk mak”
    “Emakmu ini kangen lho nak. Emak ingin lebaran nanti bisa lagi berkumpul dengan kamu. Masa emak hanya disuruh melihat kamu terus di TV ketika lebaran nanti”
    “Aduh gimana ya mak, doain aja mudah-mudahan libur syutingnya nanti lama biar Dinno bisa pulang ke kampung” ujarku lagi memberi harapan pada Emakku lewat ponsel adikku.
    “Kamukan sudah dua kali tidak lebaran di kampung. Tahun lalu kamu tidak pulang karena alasan tidak ada ongkos, sekarang setelah banyak uang alasannya sibuk syuting dan tahun depan alasan apalagi to?”
    “Iya mak, iya Dinno usahakan pulang”
    “Ya sudah, hati-hati di Jakarta jangan lupa hatinya hati-hati”
“Ya Mak salam sama keluarga di kampung. wassalamualaikam” kemudian terdengar Emak membalas salamku di seberang sana.
Semoga aku bisa mudik tahun ini, lirihku. Sebenaarnya aku juga rindu pada keluarga dikampung, igin berkumpul bersama sanak saudara saat lebaran nanti tetapi apa daya kontrak sinetron striping sudah aku tandatangani. Dilemma, haruskah aku meninggalkan kepercayaan produser dan sutradara untuk bisa kembali kadunia hiburan? Aku tidak pernah lupa ketika aku menjadi artis yang selalu mendapat peran kecil, dan sekarang aku bisa disejajarkan dengan artis-artis top lainnya. Dalam karir ini Tere yang sangat berjasa dia yang banyak memberiku job untuk kembali kedunia intertainment.
Disaat pekerjaan menumpuk ada rasa rindu pada tanah kelahiran, desa yang indah dan telah banyak memberiku pelajaran dalam menjadi seorang pemuda yang kini hidup dijagad dunia selebritis, Emak dikampung menyuruhku untuk mudik awal laebaran nanti. Sebagai seorang anak aku akan mewujudkan itu, aku harus pulang meminta doa kepada Emak semoga aku bisa menjalani hidup ini dengan sempurna melaui karir yang di ridoi Tuhan. Rencana mudikku tahun ini masih tergantung ditangan sutradara tetapi mendengar keluh kesah kerinduan Emak di kampung sepertinya harus pulang walaupu empat hari sekalipun, dialah sosok ibu yang baik untukku. 
Melihat kondisiku sekarang yang bisa dikata 180 derajat berubah. Kesibukanku sekarang tambah banyak bahkan mengalahkan kesibukan temanku Delon, tidak hanya itu honor atau royaltiku sekarang kalau dihitung tiap minggunya sudah melebihi dari Delon. Rizki memang tidak akan kemana, kata orang asam di gunung garam dilaut tetapi bertemunya didapur.
Seperti aku saat ini walaupun nama dan wajahku sudah hampir dua tahun hilang dilayar televisi walaupun muncul hanya sebagai pemeran pembantu dalam sinetron, kini aku bisa muncul lagi hampir setiap hari baik dalam sinetron, iklan dan bintang tamu diacara-acar TV. Bahkan aku mendengar kabar bahwa keponakanku yang kelas 1 SD suka loncat-loncat kegirangan didepan TV ketika melihat pamannya muncul ditelevisi.
    Semua itu terjadi karena aku kecipratan rezeki sebagai pacar Tere. Benar gara-gara Tere menerima tawaran kerja sebagai seorang host Talk Show disalah satu televisi nasional. Kini nama Tere melejit bak meteor. Kini dia menjadi Super Star berkat membawakan acara yang meraih rating tertinggi sebagai acara Talk Show paling diminati masyarakat. berkaitan dengan aku yang kini juga ngetop lantaran banyak tawaraan yang menghampiri Tere dan memintanya agar aku ikut terlibat dalam pekerjaan tersebut. Seperti dalam sinetron Kembang Perawan, dari rumah produksi sinetron tersebut aku dilibatkan membintangi sinetron bersama kekasihku itu, otomatis dalam sinetron tersebut ada tiga pemeran utama dua diantara aktor utamanya adalah aku. Selain itu aku juga terlibat dalam sebuah sinetron terbaru dari PH yang sama.
     Saat ini aku dan Tere sudah membintangi tiga iklan salah satunya adalah iklan sebuah permen yang syutingnya di singapura dan itu adalah pengalaman yang kesekiankalinya aku keluar negeri.
    “Sorry benget Aku nggak bisa hadir jadi bintang tamu soalnya aku sibuk di Sinetron. Kejar tayang lagi” itu adalah penolakanku untuk didapuk menjadi bintang tamu diacara Sitkom.
    “Sorry banget, wawancaranyakan tidak harus dengan aku. Toh banyak artis-artis yang dulunya juga seperti aku, miskin”
    Soal gaji yang diterima Tere sebagai Host bisa membeli sebuah motor tiap episodenya. Belum lagi dari sinetron yang kami bintangi berdua serta iklannya, rezekiku ternyata diberikan lewat pacaran dengan Tere oleh Tuhan.
    “Gimana mau?” tanyaku pada Tere kekasihku yang membawa hoki buat aku.
    “Kalau dibaca dari skripnya, ya terima aja, itukan nggak sulit-sulit amat. Ceritanya nggak jauh dari kehidupan kita sehari-hari”
    “Oke aku setuju lagian sinetron Pengantin Lama tinggal 2 episode lagi  jadi kita terima tawaran film ini”
    “Ya iyalah” jawab Tere konyol.
Senang bercampur aduk itu yang dialami perasaanku dengan Tere, soalnya aku baru saja menerima sebuah tawaran main film. Bukan film televisi tetapi film layar lebar yang tentu tayangnya dibioskop. Tentu ini adalah film pertama buat pasangan kami dan semoga filmnya bisa diterima dimasyarakat. Aku kembali terlibat bekerja sama dengan Tere, saat ini aku sudah bosan dengan kabar-kabar yang beredar di infotinment bahwa aku pasangan paling berpengaruh atau paling banyak diminati masyarakat. Setiap kali ada tawaran kerja pasti kami selalu berpasangan, hanya satu yang sama sekali tidak berpasangan yaitu di acara Lima Wajah-nya Tere. Untuk soal nge-MC bukan jobku tapi kalau sinetron atau iklan, aku yakin bisa menjalani.

Kini sudah lebaran aku berkumpul bersama keluarga serta sangat gembira malihat Emak yang sangat antusias sekali menyambut para tamu yang banyak datang kerumah bahkan ada beberapa tamu remaja putri yang bukan saudara atau tetanggaku ikut bertamu kerumahku, malihat dari wajah wajah meraka adalah gadis yang juga satu desa denganku . alasannya mereka satu yaitu mereka ingin sekali melihat dari dekat idolanya yang baru saja dating dari Jakarta. Sementara seorang kameramen dan wartawan infotaiment terus mengikuti aktivitasku selama dikampung untuk dijadikan berita edisi mudik disebuah TV Nasional.
    Aku berusaha menahan untuk tidak menitikan air mata karena ingat dengan pesan almarhum Bapakku saat aku akan berangkat ka Jakarta untuk mencari pekerjaan untuk membantu perekonomian keluarga.
“Kamu adalah anak laki-laki satu-satunya dikeluarga ini. Bapak yang sudah tua ini sudah tidak lagi bisa bekerja. Carilah pekerjan yang baik dan halal di Jakarta bantulah ibu dan adik-adikmu sekolah”
Sebagai anak sulung dalam keluarga maka aku harus jadi tulang punggung bagi mereka. Kini aku bisa menyekolahkan ke dua adikku sampai bangku kuliah, merenovasi rumah hingga bertingkat dan tahun depan aku bersama Emak akan menunaikan ibadah Haji, itu semua dari hasil kerjaku sebagai serang artis, artis yang pernah hilang dari TV bisa muncul lagi karena sekali lagi tuhan telah menitipkan rizkiku pada pacarku Tere.
Dulu setelah lulus dari SMA aku memutuskan ikut pamanku bekerja sebagai tukang kebun milik bos sebuah Agency, setahun kemudian aku dipekerjakan oleh  majikanku sebagai kru sebuah produksi sinetron, nah disitu aku mulai banyak mengenal para artis-artis terkenal hingga ahirnya aku bertemu dengan seorang bintang sinetron yang butuh model video klip lagu album keduanya. Setelah dipaksa ikut casting akhirnya aku lolos..
***
Aku sedang duduk dengan pikiran yang terus berputar, tegang, takut dan sesekali mondar-mandir. Rasa cemas ini berlangsung sejak dua jam yang lalu, sementara manajerku terus diam seribu bahasa, Emakku yang duduk disamping manajerku tampak berkomat-kamit terus membaca doa tetapi tidak tampak raut muka tegang seperti aku. Tiga orang wartawan hanya diam seakan ikut mengalami apa yang aku rasakan sekarang.
Waktu yang ditunggu telah tiba, seorang dokter keluar dengan raut wajah yang sangat lelah.
“Bagaimana dok?” aku langsung lempar pertanyaan yang berdiri depan pintu.
“Selamat, anda sudah menjadi ayah. Anaknya laki-laki” mendengar jawaban dokter itu aku langsung masuk keruang persalinan dan langsung membisikan kalimat adzan dan syahadat kepada putra pertamaku yang baru saja lahir dari rahim istriku yaitu Theresia Sastrowijoyo alias Tere. Aku telah menikah setahun yang lalu, keputusan aku menikah karena aku sudah cocok dan sangat mencintai Tere setelah menjalani pacaran selama tiga tahun.
Satu jam kemidian aku melayani wartawan yang ingin mewancarai aku dan Tere.
“Bagaimana perasaan mas Dinno setelah anaknya lahir dengan selamat?”
“Terus terang aku sangat lega dan bersyukur banget akhirnya anak dan istriku baik-baik saja walaupun tadi diluar sempat tegang sekali”
“Kira-kira nama anaknya siapa?” seorang wartawan berbeda bertanya.
“Teddi artinya Tere dan Dinno. Panjangnya nanti masih mencari soalnya nama itu bisa menjado doa”
Kemudian seorang wartawan dari sebuah koran daerah bertanya sehingga sedikit memancing emosi saya.
“Sedikit konfirmasi soal Bunga?”
“Jangan mencampuri urusan itu disini, sekarang ini temanya lagi fokus  bahagia dengan keluarga” kali ini Tere yang menjawab kemudian dilanjutkan olek saya.
“Soal Bunga, aku hanya menjadi produser di single Religinya Bunga pada Ramadhan nanti”
Memang pertanyaan tersebut bukan hal yang baru lagi dipublik karena diluar sana aku tengah digosipkan sedang dekat Bunga, seorang penyanyi pendatang baru yang sedang naik daun. Aku sering terlihat jalan berduaan dengan Bunga, itu karena bertemu untuk pekerjaan bukan untuk pacaran. Karena infotaiment sedang kekurangan berita jadi aku saja yang digosipkan walaupun berita itu sangat murahan sekali.
Malah Tere sangat men-suport untuk menjadi produsernya Bunga disingle religinya karena menurut Tere aku orang yang teruji menjadi produser penyanyi, terbukti adik Tere yaitu Bono sukses bersama group bannya Galang. Album pertama Galang Band produsernya adalah aku. Sebulan yang lalu Galang Band menerima Award dari ajang musik  untuk kategori group band pendatang baru terfavorit.
Aku tidak mungkin berpaling atau main serong karena Tere satu-satunya wanita yang ada dalam hidupku. Tere adalah wanita yang membawa titipan rizki dari tuhan. Aku sangat bersyukur memiliki Theresia istriku, walau terkadang aku risih atas pemberitaan kedekatanku denagn arti-artis wanita.
Menjelaskan dengan jujur dan meyakinkan Tere bahwa aku tidak pernah berpaling darinya seperti yang dikatakan media. Mencintai sepenuh hati dan menjadi suami yang baik untuk Tere dengan niat ibadah.
***
Setelah selesai syuting dari beberapa episode di sinetron yang aku bintangi aku langsung masuk kemobil untuk pulang kerumah bersiap-siap pulang ke kampung di Pemalang  sekalian melepas rindu pada keluarga dikampung. Sementara istriku Tere bersama anak semata wayangku Dinno berada di Makkah ibadah Umroh.
Menjadi seorang actor ngetop yang bertampang tampan dan macho seperti aku memang rentan terhadap gossip-gosip miring dengan wanita lain. Kini aku akan pulang kekampung untuk menenagkan pikiran, aku ingin istirahat disana karena lelah dengan gossip-gosip miring yang selalu menyapaku sejah setahun terakhir serta lelah karena sibuk syuting sinetron dan film kesana-kemari.
“Pak, ada banyak wartawan diluar sana mau bertemu Bapak” Terjo satpam rumahku memberi tahu.
“Bilang saja aku lagi sibuk. Bilang sama Darwis siapkan mobil aku mau ke Pemalang sekarang” perintahku pada Tarjo.
Kemudian aku keluar dan masuk kedalam mobil ssementara diluar pagar sana sudah menunggu puluhan wartawan gossip meminta keterangan soal hubungan dengan artis cantik Lolita, Bunga, Raya dan sebagainya.
Wartawan mengepung mobilku meminta konfirmasi. Mobilku terus berjalan pelan karena sopirku Darwis sudah aku perintahkan jangaan berhentikan mobil ketika wartawan menyerbu.
“Aku masih mencintai Tere” aku melempar keterangan pada puluhan wartwan dan kembali menutup kaca mobil.
Akhirnya aku berhasil lolos dari kepungan pemburu berita. Aku bisa menikmati perjalananku ke Pemalang. Aku lebih memilih tutup mulut karena aku hawatir seperti kasusnya Delon temanku yang kasusnya berakhir dimeja hijau karena melempar wartawan hiburan dengan sandal jepit akibat gossip-gosip miring yang menimpanya. Walaupun Delon tidak dipenjara itu merupakan pelajaran bauat aku.
Dugaanku salah besar ternyata puluhan wartwan hiburan tersebut mengejar mobilku untuk meminta keterangan soal gosip yang beredar.
“Darwis, cepat ngebut, wartwan sedang mengejar mobil kita”
“Baik Pak” kata Darwis yang ketika itu juga langsung melaksanakan perintahku.
Mobilku terus melaju sementara lima mobil wartawan infotainment itu terus mengejarku, masuk tol kawasan Bekasi mobil wartwan itu tersisa tiga yang mengejarku sementara dua mobilnya lagi tidak tahu.
“Biarkan saja wartawan itu mengejar, aku sudah bosan di ekspos soal gossip yang nggak benar terus” ujarku pada Darwis yang langsung ditanggapi.
“Kan enak Pak, bisa masuk teve tiap hari”
Mobil wartawan terus mengejar tanpa lelah.
“Ada apa itu Darwis?” tanyaku
“Sepertinya kecelakaan beruntun pak”
“Banting setir cepat” perintahku
Saat mobilku melaju kencang sopirku lansung banting setir ke kiri dan suara dentuman keras terjadi saat lemparan mobil yang didepan tadi menimpa mobilku.
Darwis berteriak, darah memenuhi kepalanya, jeritan dari mobil tadi memekan telingaku. Mataku terus kabur dan gelap suara rintihan masih terdengar. Hilang, gelap dan kosong….. 


Sabtu, 20 November 2010 | By: Rahman Raden

Aku Dibuat Mabuk Kepayang Oleh Iqbal Khan


Catatan ini ditulis setelah tujuh tahun kemudian dari pembelian sebuah buku karya filosof terkenal Asif Iqbal Khan yangberjudul Agama. Filsafat, Seni Dalam Pemikiran Iqbal. Saat itu saya dibuat penasaran oleh ilmu filsafat dan sebagai seorang remaja kelas 2 SMA yang selalu ingin sok tau waktu itu, saya mencoba mencari tau soal filsafat dan tanggal 24 Februari 2004 tepat hari kamis saya mendatangi sebuah toko buku saya menjumpai buku karya Iqbal Khan tersebut dan melihat judulnya saya langsung tertarik membelinya.

Setibanya dikamar saya mencoba untuk membaca buku yang saya beli tersebut namun sayang sekali waktu itu saya tidak bisa menyerap pengetahuan dalam buku tersebut alias ngeblenk maklumlah waktu itu saya benar-benar awam soal filsafat, secara Iqbal Khan tidak hanya dikenal sebagai Filosof tetapi juga dikenal sebagai penyair. Dalam buku Agama, Filsafat, Seni Dalam Pemikiran Iqbal banyak sekali tertuang karya-karya puisinya yang sangat luar biasa.

Kini setelah 7 tahun kemudian setelah buku itu dibeli saya kembali mencoba untuk membacanya kembali dan subhanallah subgguh luar biasa ternyata buku tersebut benar-benar bermanfaat buat saya pribadi terutama dalam filsafat. Pemikiran Iqbal Khan yang tertuang dalam buku tersebut sangat kuat jadi tidak berlebihan jika Iqbal Khan disebut sebagai salah satu raksasa pemikir islam moderm pemikir yang memiliki akar kuat dalam tradisi islam timur dan barat modern. Dari Buku tersebut saya dapat memetik beberapa poin pemikiran Iqbal Khan yang teruang dalam bukunya tersebut. 

Salah satu mengenai agama yang memberi ujung penyelesaian sepenuhnya pada semua masalah kompleks yang berhubungan dengan manusia. Dalam teori seni menurut Iqbal Khan yaitu dalam bisang sosial kebudayaan seni dapat memainkan dua peran secara bersamaan. Sebagai produksi seni, ia metupakan sebuah komponen penting dalam  kenudayaan, meyumbangkan kakayaan kenudayaan dan memperluas pandangan manusia. Selain itu menurut Iqbal Khan puisi dan filsafat adalah dua hal yang sama sekali berbeda dalam intelektualitas manusia dan begitu luas kontrasiksi di antara mereka.  Jika puisi bergerak secara abstrak sedangkan Filsafat melalui argumen rasional*

Sangat luar biasa bagi saya walaupun buku tersebut dibelinya tujuh tahun yang lalu tetapi manfaatnya saya rasakan saat saya membutuhkan pengetahuan yang lebih banyak. Nggak banyak yang bisa terucap atas buku mahakarya Asif Iqbal Khan selain komentar dari saya berupa "Aku Dibuat Mabuk Kepayang Oleh Iqbal Khan"

Catatan:
Huruf yang ditulis miring adalah sebagian kecil rangkuman dalam buku Agama. Filsafat, Seni Dalam Pemikiran Iqbal
Rabu, 17 November 2010 | By: Rahman Raden

Koruptor dan Generasi Berbakat

Saat kita nonton berita di televisi, hampir tiap hari yang menjadi topik utama adalah kasus suap menyuap, bukan ibu yang menyuapi anaknya tetapi suap menyuap para koruptor kepada oknum petinggi di republik ini. Pemberitaannya seolah tidak mau kalah dengan infotainment yang memberitakan skandal perselingkuhan, perceraian serta gosip murahan lainnya yang tersaji secara Laut yaitu dikupas secara luas dan mendalam sedalam Laut.

Otak dan hati orang yang tersumbat oleh setan sehingga menimbulkan bakat-bakat koruptor ulung di republik ini membuat rakyat kecil semakin marah dan mencakar dada (tidak lagi mengelus dada) karena ulah para koruptor yang mati rasa demi segepok uang haram. Para oknum pejabat republik ini seolah berlomba mencari popularitas hina dimata rakyat dengan cara mengumpulkan pundi-pundi yang dikemas dengan sebutan korupsi.

Beda dengan koruptor beda pula dengan generasi berbakat, saat ini generasi republik ini sedang mengumpulkan pundi-pundi uang halal dengan menjadi generasi berjiwa seni dan berkreatifitas di ajang pencarian bakat di sejumlah televisi swasta. Otak dan hati mereka disumbat dengan ide-ide gemilang untuk menampilkan bakat terbaiknya disetiap episode agar mendapat penilaian yang baik di mata juri dan pemirsa sehingga dengan begitu uang-uang halal akan mengikutinya.

Popularitas pun diraihnya kerana infotainment memberitakan secara luas dan mendalam sedalam Laut dan mereka pun menjadi pujaan rakyat republik ini karena prestasinya. Sanga berbeda 180 derajat dengan koruptor bukan?

Jika begitu koruptor yang berpendidikan tinggi dan berdasi tidak malu kepada generasi berbakat dengan pendidikannya yang rata-rata SMP-SMA dan tak berdasi pula, tetapi pandai mencari uang banyak dengan cara halal.
Senin, 15 November 2010 | By: Rahman Raden

Perjalanan Di Pantura


Cerpen: Terminal Bungurasih kota Surabaya pagi itu tampak ramai sekali oleh calon penumpang, pedagang, sopir dan para makelar yang sibuk merebut penumpang. Dengan langkah gontai, aku memeasuki kawasan terminal. Rasa rindu pada keluarga di rumah membuntutiku, maklum saja karena lebaran tahun kemarin aku tidak pulang dan aku memilih tinggal dirumah nenek yang kebetulan dekat dengan kampusku.
“Terima kasih” kata petugas peron ramah saat aku memberikan uang 1000 rupiah.
     Kemudian aku menuju lorong tempat pemberangkatan bus. Disana aku harus berhadapan dengan para makelar.
    “Mas…mas mau kemana? ke Semarang” Tanya seorang pria sambil menarik tanganku.
“Banyuwangi” kemudian orang tersebut melepas tangannku.
“Kemana dek? ayo jurusan Malang langsung berangkat” Tanya seorang pria dengan wajah sangar menghampiriku sambil memegang tanganku.
“Saya mau ke Banyuwangi pak” pegangannya dilepaskan.
Serbuan tukang calo memang membuat para calon penumpang termasuk saya yang ketika itu dikerubutu oleh pria sampai tujuh orang jumlahnya dengan pertanyaan kemana arah tujuan saya.
“Iki loh kate neng Banyuwangi” kata seorang calo pada temannya.
“Banyuwangi mas?”
“ Iya pak”
“Ayo mas, langsung, ber AC tarif biasa” akupun mengikuti orang itu sebagai tanda setuju.
Akhirnya aku menemukan bus yang murah dengan fasilitas AC. Kemudian aku langsung duduk di kursi belakang sopir, memang cukup beralasan aku mengambil duduk didepan belangan sopir. Pertama kalau duduk dibelakang guncangannya lebih keras dibanding kursi depan kedua bisa meminimalisir kemungkinan mabuk perjalanan. Memang itu teori yang kadang meleset, tetapi tidak ada salahnya mencoba alasan tersebut karena kita tidak tau apa yang akan terjadi nanti.
Serbuan makelar bus antar kota dalam dan luar provinsi membuat aku mengalami sedikit kelalahan, namun aku harus segera beranjak karena aku mau ke toilet. Lihat jam, oh masih 20 menit lagi bus akan berangkat, bisikku dalam hati. Selasai dari toilet aku berniat membeli minuman mineral sebelum menuju bus yang akan aku tumpangi.
“Cope….ee…eettt” teriakku lantang.
Semua pasang mata dan tanpa pikir panjang aku mengambil batu dan melemparkannya. Lemparan yang indah, kepalanya bocor terkena lemparan batu. Maklum aku paling jago main tolak peluru di olah raga ketika aku SMA. Aku berlari menyelamatkan dompet yang dirampas copet sialan itu. Orang-orang membawanya ke pos polisi yang ada diterminal.
 “Maaf, anda ikut kami dulu ke kantor” kata seorang Polisi mengajakku.
“Tapi pak, pencopetnya sudah ketangkap. Lagian aku mau cepat-cepat pulang”
“Maaf ya, ini demi kepentingan penyelidikan. Anda hanya sebagai saksi”
Acara pulangku harus diundur. Setelah sampai dikantor Polisi Kota Besar Surabaya, aku dijadikan saksi sekaligus korban pencopetan. Bersama Bapak Poltabes Surabaya aku dihadapkan dengan wartawan untuk melakukan jumpa pers. Para wartawan media cetak, radio, televisi local dan nasional berbaris didepanku yang duduk bersama staf kepolisian yang lain. Memang tidak berlebihan karena aku berhasil menaklukan lebih dari seorang pencopet, karena orang tersebut adalah anggota sindikat maling professional yang sering membobol ATM Bank di jawa timur. Setelah semua dianggap[ selesai aku segera diantar oleh seorang anggota polisi keterminal untuk segera pulang ke Banyuwangi karena rasa rindu pada keluarga sudah tidak bisa di tahan.
***
“Es jolli… tahu… telur puyuh…kacang dek?… ”aku terbangun oleh suara pedagang asongan yang berjualan dalam bus yang menawarkan berbagai minuman dan makana ringan.
Sudah sampai diterminal kota Probolinggo. Jarum jam berada diposisi sembilan lewat tiga puluh menit, perut mulai keroncongan memintaku untuk segera membeli makanan padat. Tasku digendong dan menuruti permintaan perut dengan mencari warung nasi disekitar terminal.
“Makan apa dek?”
“Anu bu, mmm…Nasi ayam, minumnya teh es aja” kemudian aku meletakkan tasku diatas meja. Tidak sampai lima menit satu porsi nasi dan minumannya sudah tersaji didepanku.
“Bu, nasi gorengnya ada nggak?” suara seorang gadis cantik mencuri perhatianku, gadis cantik tersebut duduk disebelahku. Aku yang punya tampang kern walaupun tidak sekern Justin Timberlake tetapi lumayan mirip Doni Ada band mencoba menawari makan walau sekedar basa-basi.
“Mari Mangan” ajakku.
“Terima kasih!” jawabnya singkat seraca tersenyum tipis seperti dibumbuhi gula, manis sekali.
Kemudian seorang pramisaji dating membawa nasi goring pesanannya. Gadis itu menyantapnya disusul aku yang terlebih dahulu makan.
“Dewean?” tanyaku menggunakan bahasa Jawa
“Iya”
“Adek kate nangdhi?”
“Situbondo. Maaf ya, kok bahasanya jawa? Pakai bahasa Nasional dong!”
“Maaf, kalo nggak suka pake bahasa Jawa. Guru bahasa Indonesia ya?”
“Enak aja”
Gadis itu memang dari Situbondo, sebuah daerah pantura di Jawa Timur. Walau mereka dibilang hidup dan lama tinggal dijawa kebanyakan dari mereka tidak bisa berbahasa Jawa, keseharian mereka lebih banyak menggunakan bahasa madura halus. Berbeda dengan Banyuwangi yang menggunakan bahasa jawa dialek Using yang berbeda dengan bahasa jawa pada umumnya.
Tidak lama setelah menyantap nasi, petugas terminal mengumumkan keberangkatan bus jurusan Banyuwangi jalur Situbondo.
“Aku mau ke Banyuwangi, ayo kita sekalian aja bareng” pintaku pada gadis yang sempat berkenalan bernama Novia. Sesaat kemudian kami berdua ke kasir
“Berapa Mbak se…. ?”
“Nggak usah biar aku aja yang bayar. Mbak ini aku yang bayar”
“Terima kasih ya!”
“Mmm…nasi goring, ayam , es jeruk dan es teh, rempeyek 2 bungkus. Dua pulih empat ribu” kata mbak kasir itu setelah menjumlah semua yang kami pesan.
“Terima kasih ya, Cak Adi sudah bayarin” Novia kembali berterima kasih padaku dengan.
“Iya, sama-sama” ujarku singkat. Ternyata Novia memanggilku Cak Adi. Cak adalah sapaan untuk lelaki Jawa yang lebih tua atau lebih popular dengan sebutan Abang.
Aku dan Novia duduk satu bangku. Tak lama bus berangkat, aku larut dalam perbincangan dengan Novia. Siapa dulu Adi gitu loh! Gumamku bangga.
 Sekitar dua puluh menit sejak keberangkatan bus, aku mencoba mengajak Novia menukar nomor Handphone. Tetapi…
“Ya ampun tasku!”
“Kenapa cak dengan tasnya” Tanya Novia penuh heran.
“Tasku ketinggalan diwarung nasi tadi. Pak, stop Pak, stop!” teriaku pada pak sopir agar aku segera diturunkan dari bus yang sudah jauh meninggalkan terminal Kota Probolinggo.
Pikun…pikun…, gara-gara terlalu caper sama Novia sampai-sampai tasku ketinggalan, sialan. Berontak batinku dengan kejengkelan yang amat sangat. Kamera digital, Handycame, I Pode dan semua  minta tolong kepadaku. Gawat kalau sampai tasku hilang, pikirku yang berkecamuk tidak karuan.
Dibawah terik matahari jam setengah satu siang, aku menunggu angkot. Akhirnya muncul ankot tujuan terminal setelah hamper sepuluh menit menunggu dibawah pohon mangga depan kantor kecamatan Paiton kabupaten Probolinggo. Perasaanku semakin gelisah ketika sopir terlalu sering berhenti menurunkan dan menaikan penumpang. Mobil berjenis mini bus itu penuh sesak dicampur aroma keringat penumpang yang menumpuk dihidungku. Apek dan kecut. Saat mobil memasuki kota probolinggo emosiku mulai bisa terkontrol. Mobil melaju kencang hingga akhirnya tersendat-sendat dan dugaanku tidak salah kali ini.
“Maaf, ban mobilnya bocor” kata sopir tiba-tiba.
“Uu…uuu…. Gimana nih? Nggak becus! ” kata sebagian penumpang sambil turun dengan wajah mengkerut.
“Terminal masih jauh pak?”
“Ya, nggak sih dek mungkin lima ratus meteran gitu” jawab sang sopir ketika aku bertanya.
Tapi demit tas itu, aku rela berjalan kaki karena kalau menunggu angkot itu atau menunggu angkot lain pasti butuh waktu yang lama. Sedikit berlari dibawah panas musim kemarau menuju terminal menyelamatkan tas yang berisi barang berharga.
Kalau seandainya perjalananku lancar sejak tadi pagi mungkin bus yang aku tumpangi sudah sampai dikawasan Taman Nasional Baluran, tetapi malang aku masih berada di kota Probilinggo artinya masih sekitar 190 km lagi sampai kerumah di kabupaten Banyuwangi yang masih melewati satu kabupaten lagi yaitu Situbondo.
***

 Sekarang jam dua siang lima menit lagi bus akan berangkat, aku masih terus bersyukur Alhamdulillah karena tas beserta barang-barangnya tidak ada yang hilang karena berkat jasa baik sang pemilik warung yang menyimpannya dengan baik.
“Mau beli kerupuk udang, Mas.” Seorang pedagang asongan menawakan dagangannya..
“Tapi kalau Mas kehausan ini ada es jeruk, Cuma 1000 rupiah” tawarnya lagi
Tanpa banyak cing-cong akhirnya aku membeli es kesukaanku itu.
Setelah pedangan tadi pergi tiba-tiba datang seorang penjual Koran.
“Koran mas, cuma dua belas ribu” ujarnya sambil membuka sedikit halaman koran yang dijualnya.
“Gimana bangsa ini mau maju kalau jual VCD Porno, sampai disisipkan ke dalam lipatan koran begitu” aku mencoba berkomentar.
“Eh mas, kalau nggak mau beli jangan ngomong sembarangan” ujarnya sambil melotot tajam.
“Aku mau beli korannya mungkin seribu rupiah tanpa perlu bonus film Porno”
“Jancok kon….” Sambil mengarahkan tinjuan kemukaku.
“Sudah jangan bertengkar” lerai seorang penumpang dalam pertengkaran kecil kami. Berkat leraian penumpang itu mukaku selamat dari bogem mentah yang ditujukan oleh pedagang sialan tersebut.
“Awass…ya!” pedagang koran plus-plus itu berlalu sambil mengancam.
“sabar saja dek, itu sudah biasa orang-orang terminal itu keras kepala walau tidak semuanya” terang bapak yang menolongku tadi.
Bus jurusan Banyuwangi berangkat dan aku menikmati perjalananku dengan tidur karena aku lelah sekali dengan perjalanan yang aku alami sekarang karena banyak sekali rintangannya mulai kecopetan sampai tadi nyaris bertengkar dengan orang terminal.
“Dek, ongkosnya!” seorang kondektur membangunkan aku meminta ongkos.
“Banyuwangi” ujarku sambil menyodorkan uang 50 ribu rupiah, kemudian selembar karcis dan uang kembalian yang tidak tahu berapa jumlahnya diberikan sang kondektur padaku. Aku masukan dalam dompet dan melanjutkan tidur. We go to Banyuwangi.
Aku terbangun karena mendengar suara jeritan yang mengerikan memekakan telinga menusuk gendang telingaku. Aku sudah mendapati bus yang aku tumpangi sudah dalam keadaan diam karena menabrak pohon asam dipinggir jalan. Aku tidak berteriak hanya diam kebingungan walau badanku tidak mengalami luka sedikitpun, kepalaku hanay sedikit pusing karena terbentur kursi didepanku. Sementara sopirnya berusaha ditolong oleh kondektur yang tergencet serta luka dikepala yang cukup parah.
Adzah magrib yang berkumandan kalah dengan suara teriakan penumpang yang panic, terutama penumpang ibu-ibu dan anak-anak yang menangis sejadi-jadinya. Seorang ibu-ibu dibelakangku menagis karena anaknya yang berumur 5 tahun terluka oleh pacahan kaca samping.
Keadaan gelap gulita sehingga aku berinisiatif mengambil HP sebagai penerangan. Saat aku nyalakan tanpa sengaja aku menemukan lokasi kejadian melalui layer handphoneku yaitu berada di kecamatan banyuputih. Setelah berdesak-desakan dan panic akhirnya aku bisa keluar dari bus naas tersebut sampai akhirnya warga datang menolong. Sebagian penumpang yang terluka segera dilarikan ke Puskesmas terdekat, sementara 7 orang yang tidak mengalami luka termasuk aku dioper dengan bus lain untuk melanjutkan perjalanan.
Dalam perjalanan ini aku sedikit truma karena baru kali ini mengalami kecalakaan yang nyaris berurusan dengan nyawa. Tidak henti-hentinya mulutku komat-kamit membaca doa agar selamat sampai kerumah karena. Pikiranku disesaki oleh berbagai pertanyaan mengenai bermacam peristiwa yang aku alami sejak dari kota Surabaya. Mulai dari kecopetan, tas ketinggalan dan pertengkaran dengan orang diterminal sampai bus kecalakaan menbrak pohon asam saat bus menghidar dari seorang yang naik sepeda. Karena bus ngebut tanpa sengaja menyusup ke pohon asam.
***
Setelah keliling kota London sejak pagi, aku singgah direstauran tepi sungai Thames yang membelah kota London untuk makan siang. Tiupan angina sepoi telah menambah kesan indah ketika aku berada di negeri Elizabeth tersebut. Jembatan angkat atau Tower Bridge yang terkenal kokoh dan klasik di Inggris tampak mengagumkan bagi mata yang melihatnya.
Bunyi arus dan derungan kapal seperti mengalun bagai irama  lagu Beyonce yang terkesan nge-Beat. Bersama Novia dan seorang staf KBRI untuk Inggris, aku kembali melanjutkan perjalanan dengan mobil menuju Greenwich (baca: Grinit) sebuah kota arah timur kota London, disana aku dan Novia akan mengunjungi gedung peneropong bintang tertua didunia serta bangunan-bangunan terkenal lainnya.
“Cak Adi, kalau kita melihat  bangunan tua yang ada di Inggris ini seperti berada dalam imajinasi J.K. Rowling”
“Maksudmu seperti negeri sihirnya Harry Potter” ujarku mengomentari pembicaraan Novia.
Hari menjelang petang, seharian jalan-jalan dikota London dan Greenwich.  Aku harus kembali ke hotel penginapan sekaligus bersiap-siap untuk perjalanan esok harinya ke kota Manchester, disana aku akan dating ke Satdion Old Trafford untuk menyaksikan duel fenomenal antara kesebelasan Setan Merah, Manchester United kontra Chelsea dalam laga semifinal Liga Inggris. Tiket pertandinganpun sudah aku pesan seminggu yang lalu.
“Dek, sudah sampai”
“Aduh… terlalu pulas tidurnya. Sudah sampai pak?” tanyaku setengan mengantuk.
“Lagi mimpi ya? Ini sudah sampai diterminal Banyuwangi” kata kondektur ramah sementara aku hanya diam karena dia telah membuyarkan mimpiku.
Setelah turun dari bus aku mencari tukang ojek untuk mengantarku pulang kerumah di kecamatan Kalipuro. Rasa rindu pada keluarga sudah memuncak, walaupun harus sampai jam sembilan malam, benar-banar perjalanan yang sangat lama sekali. Peristiwa yang aku alami selama perjalanan tadi memang menguras tenaga dan kesabaran sehingga seluruh tubuhku, mulai dari rambut muka, baju terasa acak-acakan. Satu hal lagi, perjalanan ini akan aku jadikan sebagai peristiwa yang paling aneh, unik dan menerima segala ketentuan yang telah Allah SWT berikan pada manusia. Perjalanan normal di Pantura (Pantai Utara) dengan bus Surabaya-Banyuwangi tujuh jam beda halnya pada perjalanan aku yaitu sekitar empat belas jam perjalanan.

Catatan Bahasa Jawa
Iki loh kate neng Banyuwangi: ini loh mau ke Banyuwangi
Mari Mangan: Mari makan
Dewean: sendirian
Adek kate nangdhi: Adek mau kemana
Jancok kon: Sialan kau (umpatan kasar orang Jawa ketika merasa kesal atau marah)
Senin, 08 November 2010 | By: Rahman Raden

Surat Untuk Kamu

Cerpen: Sebelum aku menge-print suratku yang masih berbentuk file dikomputer terlebih dahulu aku membaca isi surat tersebut agar lebih meyakinkan lagi bahwa suratku tidak ada yang salah dalam pengetikannya. Karena surat ini begitu penting bagiku jadi tidak ada kesalahan dalam pengetikan,  sejenak surat ini Narsis, tapi itulah dariku yang memang adanya seperti itu.
Assalamualaikum, Selamat pagi, salam sejahtera. Dengan rasa hormat terlebih dahulu saya ucapkan bahwa keadaanku sekarang Alhamdulillah sehat dan ada dalam lindungan Allah maha besar. Semoga keadaanmu disana lebih baik dariku.
Langsung saja! Saya tidak tahu harus memanggil Kamu apa, dulu ketika bersama-sama di kampus maupun di kos-kosan, Kamu lebih akrab dipanggil Ome oleh Ian,  Aziz dan Ahmad yang merupakan orang satu tempat dan satu kota dan teman-teman lainnya juga sebagian ada yang memanggilmu Om atau Abang bahkan tidak sedikit yang memanggil nama aslimu.
Ironi tetapi begitulah kenyataannya Aku tidak memanggilmu siapa-siapa baik Ome atau Abang dan istilah lain dalam saudara tertua laki-laki. Karena memang waktu itu saya merasa tidak cocok aja dan merasa sangat janggal karena rasa segan yang membawaku, mungkin karena aku terlalu lugu  dan memang karena tidak mendapat intruksi seperti tiga orang tadi darimu kalau Aku harus memanggilmu Ome. Hingga kebiasaan itu terbawa hingga sekarang maka dari itu aku tidak akan memangilmu abang, abang Zacki. Sebenarnya setelah Kamu membaca surat ini bahwa sangat tidak pantas sekali saya memanggil dengan kata KAMU. Tapi tidak apa-apalah semoga kamu ikhlas karena rasa tidak enak diri itu datang saat surit ini aku tulis.
    Kedatangan surat saya ini hanya ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kamu karena Kamu telah memberikan motivasi dan dorongan untuk saya bisa dalam menjalani kehidupan ini baik ketika berada jauh di daerah orang. Karena itu surat ini saya kirim karena aku merasa sangat jauh sekali dengan yang dulu, kalau dulu saya lebih banyak diam dan pasif tetapi sekarang aku merasa tidak seperti itu, walaupun aku masih saja tidak pernah meraih prestasi dibidang studi akademik maupun dalam sebuah kompetisi. Saya sekarang heran bagitu sangat percaya diri untuk mengatakan bahwa aku tidak seperti dulu yang lugu dan kuper serta istilah katro lainnya. Bahkan ada sebagian teman-teman bilang bahwa aku mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain sehingga saya mempunyai nilai tersendiri, mungkinkah aku ke-GR-an atau sombong, lebay, narsis. Tapi tidak tahu juga?. Aku merasa lebih damai dan tahu bagaimana memaknai hidup yang kadang banyak sekali diseliling kita orang yang tidak tahu bagaimana menjadi diri sendiri dan menapaki kehidupan ini, mereka hanya mengeluh bahwa kehidupan itu berat dan selalu saja ada masalah yang mengintai.
Tapi ingat, itu menurutku tidak tahu kalau menurut Kamu apa setelah melihat saya nanti. Yang jelas saya merasa puas puas dengan pencapaian yang saya raih ini walaupun sedikit dan lebik banyak dari Kamu pencapaiannya, tetapi sebagai manusia saya punya banyak kekurangan. Lantas kamu pasti bertanya bagaiman hubungan surat ini dengan Kamu? Jawabannya, sangat berkaitan sekali dengan Kamu, karena Kamu saya bisa merasa sedikit lebih senang dengan kondisi saya sekarang. Ya karena aku tidak seperti dulu. Oke kita kembali kepertanyaan, ternyata Kamu menjadi aktor utama perubahan itu, artinya Kamu menjadi cikal bakal kabahagiaan saya sehingga surat ini dibuat.
Kamu yang memberi pengarahan, bimbingan, memotivasi saya yang hampir setiap hari dan akhirnya Kamu membantu saya dalam perpindahan tempat kos dari Jalan Mawar ke Asrama Mahasiswa Bintang milik Bapak Heru, karena kasus pertengkaran saya dengan Ramon mahasisiwa dari Makassar.  Mulai pindah tempat kos itulah saya merasa berubah dan semuanya berubah. Ketika di Jalan Mawar Kamu memberi motivasi sampai kritikan terpedas buat saya hanya lewat ditelinga tetapi waktu yang membawa saya ke Asrama Mahasisiwa Bintang membuat saya sangat berambisi sekali untuk berubah dan semangat. Terlebih sejak kamu di wisuda dan pulang ke kotamu.
     Kritikan terpedas kamu ketika itu adalah “Iwan kamu ini tidak punya semangat hidup setiap hari loyo seperti orang penyakitan yang akut, malas belajar” dan masih banyak lagi perkataan Kamu yang pedas. Setelah saya pikir-pikir sekarang, bahwa ketika itu Kamu sangat memandang saya gimana gitu tapi kamu ada baiknya juga. Aku sangat yakin tentang itu.
Tapi sekarang, aku gemuk sehat tanpa deabetes, bersemangat, optimis, Alhamdulillah ! Sekali lagi aku akui saya tidak pernah meraih prestasi dibidang studi dibangku kuliah. Buat saya prestasi itu adalah mampu mengendalikan emosi terhadap diri sendiri dan pada orang lain dan sekarang saya sedang belajar meraih hal itu bersama jalan spritualnya.  Karena menurutku hidup ini harus terus belajar , beljar dan mencoba dan mencoba lagi.
Aku mau menjadi The Winner. Amin….!. Satu lagi aku masih saja di lain kesempatan merasa sakit hati oleh orang disekelilingku. Kemudian aku minta maaf karena aku tidak menjadi penerus Kamu di kantor  BEM karena setelah satu tahun Aktif disana, saya merasa tidak sreg dan gimana gitu. Dan sudah hampir enam bulan aku tidak bekecimpung di Badan Eksekutif Mahasiswa. (Anggota Koordinator SDM)
Bicara soal cita-cita, yang jelas banyak sekali namun satu yang selalu menggebu-gebu yaitu aku ingin penjadi seorang penulis (buku) yang produktif, tetapi masalahnya lingkungan yang tidak mendukung. Teman-teman dari Kalimantan Barat, sangat mendukung namun yang tidak mendukung adalah teman-teman dibangku kuliah dan keluarga dirumah. Bahkan orang di rumah pernah bilang seperti ini, “Iwan kalau kamu bekerja sebagai tukang mengarang saya yakin kamu tidak akan sukses dan tidak maju-maju” walaupun seperti itu aku akan membuktikan bahwa menjadi penulis juga profesi mulia dan menjanjikan.
Setelah wisuda nanti aku akan kerja sama dengan mbak Nuria Ashari untuk mengumpulkan beberapa karyaku untuk dijadikan sebuah buku, memang mbak Nuria punya Link kebeberapa penerbit di Bandung tempat dia selama ini menerbitkan buku-bukunya  Tulisanku semuanya berupa kumpulan cerpen yang sekarang sudah terkumpul puluhan judul bahkan ada beberapa yang sudah terbit di media cetak. Doakan ya, semoga impian itu tercapai sehingga semua keluargaku tahu bahwa profesi sebagai penulis itu sangat baik sekali. Kalau itu terwujud aku akan menjadi satu-satunya orang di Pondok Palem Indah yang berprofesi sebagai penulis dan aku akan melanjutkan kuliahku yang terhenti pada Diploma 3 ke S1 dan S2 dari hasil menulis buku itu amin…!
Surat ini ngelantur ya?, mungkin kamu tidak nyambung mulai dari penyampaian bahasanya, kalimat aku dan sayanya yang berantakan dan masih banyak lainnya? Karena kamu tetap menjadi orang yang berjasa terhadap saya. Kamu terserah bilang apa tentang saya setelah memebaca surat saya ini Naif atau apa  terserah! Yang terpenting aku sudah bercerita tentang saya sekarang dan aku ucapkan terima kasih atas semua motivasi dan dorongan semangat yang Kamu berikan untuk saya.
Kamu sekarang yang sudah berumah tangga, saya doakan semoga manjadi keluarga sakinah mawadah warahma dan mendapat putra-putri yang soleh solehah. Tak lupa saya juga doakan oleh Kamu, semoga saya wisuda tahun ini dan segala-segala-segala-segala-segala impian saya tercapai. Insyaallah setelah wisuda aku pulang kampung dan tidak tahu apakah melanjutkan ke S1 atau tidak semuanya masih tanda tanya, biasa masalahnya seperti dulu, Biaya he..he…
Demikian surat ini intinya saya ingin berterima kasih kepada Kamu. Semoga saya tidak menjadi orang yang sombong, takabur dan semoga saya menjadi orang yang bermanfaat bagi saya sendiri dan orang lain sekali lagi ini murni hanya ucapan terima kasih dan tidak ada maksud lain. Terserah Kamu bilang apa yang terpenting itulah niatan saya, entah dasar apa saya kok boro-boro ngirim surat ini buat kamu. Semoga kita dan semuanya mendapat Ridho Allah. Amin…Wassalamualaikum war wab.
Hormat Saya
Iwan Ardiyansyah

Setelah suratku dibaca, aku menekan tombol Control P alias Print pada keybord computer kemudian mencontreng sudut All kemudian Ok, tidak lama kemudian empat lembar surat buat bang Zacki dimasukan dalam amplop dan siap dikirimkan kealamatnya.
Jumat, 05 November 2010 | By: Rahman Raden

Artis Indonesia Paling Lebay

Versi terbaru artis Indonesia paling lebay alias bertingkah berlebihan diluar batas kewajaran namun tetap mengundang tawa karena artis berikut ini memang punya misi untuk membuat penonton tertawa lepas

1. Ayu Dewi, presenter yang memiliki bibir lentur ini ternyata sebelum menjadi artis terlebih dahulu menjadi  seorang model. Ayu Dewi pernah menjadi juara pertama Fun Fearless Female Majalah Cosmopolitan 2006 sekaligus mengalahkan artis Sandra Dewi sebagai Runner Up ini termasuk artis lebay dengan tingkah yang khas namun tetap elegan dan cantik, Kekasih aktor Zumi Zola dan bintang Film Meraka Bilang Saya Monyet ini sering menutupi kecantikannya dengan tingkah berlebihan yang pasti mengundang tawa.


2. Fitri Tropica    Mojang bandung ini namanya mulai dikenal publik setelah memerankan De Rahma di progran Transtv  Primetime tentu dengan akting lebaynya, bintang film Madam X ini semakin laris di dunia hiburan tanah air mulai jadi bintang sejumlah iklan dan menjadi presenter.


3. Edrick Candra pria berwajah oriental ini termasuk artis pria yang amat sangat lebay. Namanya mulai dikenal setelah menjadi bintang di variety show Extravaganza Trans Tv. Saat ini Edrick Candra menjadi bintang di acara Kuliner Lebay Global Tv. Membuktikan bahwa dia benar-benar orang yang bertingkah diluar kewajaran dan sama seperti yang lainnya yaitu mengundang tawa.
Kamis, 04 November 2010 | By: Rahman Raden

Ingin Punya Anak


                                                    Seorang anak adalah Rizki dari Allah

Semua pria di dunia yang normal secara biologis dan memiliki mental yang mantap tentu ingin menikah dengan seorang wanita cantik yang dicintai. Dari sebuah bingkai rumah tangga biasanya menginginkan buah cinta atau seorang anak itu adalah sebuah hal wajib (walaupun sebenarnya nggak) dalam berumah tangga. SEcara pribadi tentu hal yang sangan di inginkan dalam mimpi sadar. Kehadiran seorang anak mampu mengubah cara berfikir orang tua menjadi lebih baik terutama dalam tanggung jawab dalam hal ini mengasuh dan mendidik sang anak agar kelak menjadi anak sesuai harapan.

Secara pribadi tentu sangan menginginkan anak pertama adalah laki-laki. Dalam diri orang tua tentu ada yang memiliki keinginan anak laki-laki atau perempuan, itu hak masing-masing orang tua namun anak laki-laki sulung memiliki pertimbangan tersendiri, Insyaallah.

Berbagai hal dalam benak ada dan salah satunya adalah ingin punya anak (laki-kali). Dalam diri sangat iri jika ada seorang bapak menggendong seorang anak. Anak sebuah anugerah yang dititipkan Allah pada orang tua. Anak mampu membuat orang tua kembali berdiri dari terjangan liku kehidupan selain itu seorang anak mampu membuat orang lain semakin optimis.

Beruntunglah wahai para orang tua yang memiliki seorang anak, tunggu saatnya suatu hari akan ada seorang anak yang sama-sama baik akan lahir kemuka bumi ini. Aku ingin punya anak (laki-laki)
Minggu, 31 Oktober 2010 | By: Rahman Raden

Globalisasi Mengubah Pandangan Sebuah Lembaga Pesantren

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan islam tertua di Indonesia dipercaya sebagai lembaga pendidikan islam yang dapat mencetak manusia yang berilmu dan bertakwa kepada Allah SWT atau memiliki moralitas yang baik secara vertikal maupun horisontal. Sadar akan dinamisnya perkembangan zaman dan berbagai latar belakang para santri untuk mondok membuat para pimpinan pesantren mulai membuka diri dengan dunia luar dalam hal ini modernitas dengan berdirinya sekolah-sekolah yang bersifat umum mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi dan bukan itu saja pesantren juga membuka diri dengan perkembangan Teknologi dan Informasi (TI)

Bebagai macam perkembangan yang terjadi di pesantren membuat terjadinya pola fikir dan cara pandang para santri. Kini para santri yang mondok di pesantren setelah terjun ke masyarakat tidak lagi menjadi Ustad, Kyai, Ulama atau pemuka agama di masyarakat tetapi juga dapat berperan dalam berbagai hal yang ada dimasyarakat artinya santri mampu berinteraksi dengan orang yang bukan alumni pesantren misalnya menjadi pengusaha, menjadi politikus ataupun menjadi pejabat disebuah daerah tertentu.

Dipesantren saat ini santri tidak hanya dibekali dengan ilmu-ilmu agama yang dipelajari dari kitab-kitab klasik karya ulama tempo dulu tetapi saat ini santri juga dibekali dengan berorganisasi, bahasa asing (Inggris, Jepang, Prancis dll) serta dibekali dengan pengetahuan yang berkaitan dengan ilmu teknologi dan sains. Saat ini banyak pesantren mendirikan perpustakaan yang berisi buku-buku ilmiah modern serta ditunjang dengan media internet sehingga santri dapat menerima dan mengetahui perkembangan terbaru dari sebuah informasi yang terjadi diluar.


Saat ini banyak pesantren-pesantren besar menerapkan pendidikan yang berkaitan dengan zaman globalisasi atau modernisasi walaupun kadang masih ada pesantren yang tidak menggunakan lebel modern tetapi di dalamnya modernisasi sudah berkembang didalam pendidikan yang ada di sekolah-sekolah pesantren.

Namun terkadang sangat disayangkan jika ada seorang santri yang mengalami krisis spritual, ironi tragedi memang, itu semua karena ketika belajar dipesantren hanya fokus pada ilmu-ilmu kajian modern sementara ilmu-ilmu agama hanya pelajari sebatas lepas dari tanggung jawab yang telah menjadi bagian penting dari sebuah pesantren sebagai pusat kajian ilmu islam baik islam masa klasik taupun islam kontemporer.

Terlepas dari perkembangan zaman saat ini santri wajib membari warna dpositif dalam dunia yang semakin global tanpa harus menjadi seorang pemuka agama. Santri hanya status karena yang terpenting status tersebut mampu memberi dampak yang positif untuk kemajuan sebuah bangsa yang lebih baik.
Kamis, 28 Oktober 2010 | By: Rahman Raden

Menelaah Kembali Hari Sumpah Pemuda


Di Indonesia setiap tanggal 28 Oktober selalu diperingati hari Sumpah Pemuda. Pada hari tersebut bukanlah sekedar seremoni belaka tetapi kita harus mengerti tujuan diperingati hari Sumpah Pemuda. Kita saat ini sebagai pemuda di Indonesia tidak perlu membahas mengenai sumpah pemuda yang diluar kapasitas kemampuan kita, bahas yang sewajarnya saja tetapi tetap misinya untuk kemajuan Indonesia dan yang pasti harus positif bagi kita dan juga bangsa kita terlebih untuk masa yang akan datang.

Masih banyak hal-hal positif yang membanggakanhasil karya kretif anak muda. Tuntutan zaman memaksa pemuda kita untuk terus berinovasi dalam berkreativitas sehingga menghasilkan dan menjadikan karya-karya yang spektakuler baik tingkat Nasional dan Internasional. Dalam segi keilmuan pemuda bangsa kita banyak menorehkan prestasi gemilang di tingkat Internasional sehingga mematahkan sentimen asing bahwa bangsa terutama pemuda kita tidak mampu berbuat banyak.

Jika kita menelaah se sejarah bangsa Indonesia, pemuda memiliki peran penting bagi perjalanan bangsa ini. Hari sumpah pemuda merupakan cikal bakal terjadinya kemerdekaan di negara kita hingga akhirnya terwujud serta reformasi tahun 1998 tentu tidak lepas dari peran pemuda yang pantang menyerah. Itu adalah bagian kecil yang dapat kita tangkap tentang peran pemuda bagi Indonesia.

Namun sebagai pemuda kita tidak lantas perpuas diri dengan prestasi dan perjuangan pemuda saat ini, kerana kedepan masih banyak hal-hal yang memaksa kita untuk terus berkarya dan berinovasi demi kemajuan Indonesia tercinta di zaman yang terus berkembang. Sekarang kita tanam jiwa semangat dan energi positif untuk Indonesia dan kita wajib yakin pemuda Indonesia pasti bisa.
Rabu, 27 Oktober 2010 | By: Rahman Raden

Bencana Di Indonesia Pada Bulan 10 Tahun 2010

Selama bulan sepuluh dua ribu sepuluh ini, Indonesia sudah banyak dihadapi dengan sejumlah peristiwa mulai dari kecelakaan kereta api di Pemalang Jawa Tenga, Banjir Bandang Wasior Papua Barat, Letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah dan Yogyakarta, Gempa Bumi dan Tsunami di Mentawai Sumatera Barat serta banjir di sejumlah daerah akibat cuaca buruk beberapa bulan terakhir. Ibukota Jakarta juga tidak luput dari banjir sehingga menambah masalah lagi karena DKI Jakarta sebagai etalase Indonesia dimata dunia.

Semua musibah-musibah itu memakan korban hingga ratusan jiwa termasuk yang hingga saat ini nasibnya belum diketahui alias hilang, belum lagi kerugian-kerugian yang dialami oleh korban seperti rumah mereka yang rusak parah serta infrastuktur laainnya yang rusak seperti sekolah, masjid serta fasilitas publik lainnya.

Pada tanggal 10-10-10 orang-orang menganggap sebagai angka keberuntungan namun tentu saja tidak dengan angka 10-10 karena angka tersebut merupakan angka yang mengingatkan kita pada sebuah peristiwa yang melanda bangsa kita. 

Korban tewas pada bencana banjir bandang di Wasior mencapai 153 orang, sementara di Pemalang pada kecelakaan kereta api berkisar 30 orang lebih meninggal dunia. Sedangkan di bencana letusan Gunung Merapi tercatat sekitar 24 orang tewas salah satunya juru kunci Gunung Merapi yaitu Mbah Marijan serta wartawan Vivanews.com yaitu Yuniawan Nugroho. Sementara jumlah korban tewas akibat Tsunami di Mentawai Sumbar berkisar 112 orang

                      Gunung Merapi saat mengeluarkan debu panas

Ada apa dengan angka 10-10 bagi Indonesia? Jawabannya adalah kita sebagai orang Indonesia harus intropeksi diri, menjaga dan bersahabat dengan lingkungan sekitar agar kita selalu terjaga dari peristiwa yang tidak diinginkan. Selain itu kita juga bersatu perpegangan membenahi segala macam polemik yang melanda bangsa kita seperti Koprupsi yang makin mengakar, Mafia hukum yang merajalela serta politik uang disana-sini. Mukin wajah buruk negeri kita hingga membuat segalanya jadi kacau balau.
             Peristiwa kecelakaan kereta api di Pemalang Jawa Tengah

Ironi Tragedi, itulah yang terjadi pada bangsa kita. Bersatu perpegangan secara bersama-sama, menjaga lingkungan dan mendekatkan diri pada sang pencipta itulah yang sering kita dengung-dengungkan namun sayang kita sendirilah yang selalu merasa hal itu hanya numpang lewat saja. Bangsa ini hanya bisa berwacana namun aplikasinya kita seolah berat melalukannya. Semoga kita semua bisa memetik hikmah dari peristiwa 10-10 ini. Peristiwa 10-10 ini adalah peringatan dari sang pencipta buat bangsa kita untuk berubah dan berubah demi sebuah kalimat manis, Indah pada waktunya.
Senin, 25 Oktober 2010 | By: Rahman Raden

Langkah Sukses Di Ajang Pencarian Bakat

Berikut adalah semacam tips yang saya buat agar anda sukses menjadi bintang pujaan saat mengikuti ajang pencarian bakat di televisi.
                       Klantink Juara Pertama Indonesia mencari Bakat 2010
  1. Yakin bahwa anda memiliki bakat bernyanyi, main alat musik, dance atau bakat intertain lainnya.
  2. Memiliki wajah yang sedap dipandang, jika orang lain bilang anda memiliki wajah pas-pasan sebaiknya jangan dihiraukan karena smua itu akan di tutupi oleh bakat gemilang anda.
  3. Punya mental untuk tampil didepan umum dan dewan juri selain itu harus memiliki mental juara.
  4. Daftarkan segera diri anda saat audisi digelar di kota anda.
  5. Tunjukan bakat terbaik anda agar juri terpesona.
  6. Jika anda lolos ke tahap seleksi di kota Jakarta, maka siap-siaplah anda minta dukungan masyarakat daerah anda atau minta dukungan pemerintah daerah setempat.
  7. Jika poin ke satu sampai ke lima di atas anda mampu menjalani atau memenuhinya maka poin ke enam harus anda penuhi juga, namun bila anda merasa kesulitan atau gagal di poin ke enam maka alternatifnya anda harus memenuhi poin ke delapan.
  8. Anda harus mempunyai cerita sedih yang mengharu biru dan menguras air mata, baik cerita sedih tentang anda atau keluarga yang pernah dialami dalam kehidupan sebelum maupun saat anda mengikuti ajang pencarian bakat tersebut sehingga membuat masyarakat mengirim banyak SMS dukungan buat anda karena melihat cerita sedih anda di televisi.
Untuk poin ke delapan sudah terbukti, banyak pemirsa yang akhirnya mendukung hingga mengantarkan yang kontestan masuk ke grand final bahkan menjadi juara. Inilah nama-nama yang memiliki cerita sedih di ajang pencarian bakat.

  • Verry Afandi - Juara Pertama AFI musim 1.
  • Delon - Runner Up Indonesian Idol musim ke 1.
  • Adi - Runner Up KDI musim ke 2.
  • Ihsan Tarore - Juara Pertama Indonesian Idol musim ke 3.
  • Januarisman - Juara Pertama Indonesian Idol musim ke 5.
  • Debo - Juara Pertama Idola Cilik musim ke 2.
  • Klantink - Juara Pertama Indonesia Mencari Bakat musim ke 1.
Bagaimana menurut anda, nama-nama tersebut benarkan pernah sukses berkat cerita-cerita sedihnya?

Frans dan Anggi Bujang Dare Pontianak 2010


Setelah satu tahun Syarif Alwi Al-Muntahar dan Rina Kurnia Bakti menjadi Bujang Dare Pontianak 2009, akhirnya pada malam final pemilihan Bujang Dare Pontianak 2010 kedua duta pariwisata tersebut secara resmi tugasnya dilanjutkan oleh Frans Aji Muda Akber sebagai Bujang Pontianak 2010 serta  Anggi Wulandari sebagai Dare Pontianak 2010. Frans dan Anggi  berhasil mengungguli finalis lainnya yang berkompetisi yang diikuti oleh 23 kontestan. Kemenangan tersebut berdasarkan keputusan juri pada Final Bujang Dare Pontianak 2010 yang dilaksanakan di Rumah Melayu Kota Pontianak pada sabtu malam tanggal 16 Oktober 2010. Pemilihan Bujang Dare Pontianak 2010 merupakan rangkaian dari acara ulang tahun Kota Pontianak yang ke 239 tahun.

Bujang Dare sendiri bertugas sebagai duta pariwisata dan seni budaya selama setahun guna mempromosikan semua potensi dan icon wisata dan seni budaya yang dimiliki kota Pontianak sekaligus sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap anak-anak muda dan masyarakat untuk sadar dan peduli terhadap dunia pariwisata kota Khatulistiwa ini.
Selama satu tahun kedepan Frans dan Anggi akan melakukan serangkaian kegiatan promosi wisata kota Pontianak keseluruh wilayah di tanah air bahkan hingga ke luar negeri demi mewujudkan Kota Pontianak sebagai salah satu kota tujuan wisata di Indonesia sehingga menarik para pelancong untuk berkunjung.

Selain itu para Bujang Dare Pontianak 2009 atau tahun sebelumnya tetap berperan aktif mendukung semuan kegiatan promosi yang dilakukan oleh Bujang Dare Pontianak 2010 dan pemerintah karena ini merupakan tanggung jawab bersama termasuk masyarakat harus dilibatkan terutama peran penting pemerintah dalam Visit Kalbar 2010 harus maksimal agar hasilnya juga maksimal demi memajukan dunia pariwisata agar kota Pontianak bisa go Internasional dalam keunggulannya dibidang pariwisata dan seni budaya.
Sabtu, 23 Oktober 2010 | By: Rahman Raden

Eksploitasi Kemiskinan Demi Keuntungan Sepihak

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan penduduk mencapai 200 juta lebih. Kekayaan alam yang dimiliki juga melimpah ruah  tetapi yang miris adalah angka kemiskinan di Indonesia masih cukup tinggi. Seiring berjalannya waktu industri kreatif di indonesia  mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Industri yang di masksud adalah industri pertelevisian, banyak program-program teve dengan ragam dan kemasan  dan salah satunya adalah relity  show salah satunya acara yang dikemas secara apik dan menggugah hati nurani untuk berbagi misalnyaa beberapa poin berikut yang terkait kemiskinan masyarakat kita yaitu, Reality show dengan cara memberi bantuan  kepada orang-orang yang membutuhkan seperti memberi sembako, hewan ternak, uang jutaan rupiah, diberinya usaha warung bahkan merenovasi rumah tidak layak huni menjadi layak huni, minimalis dan elegan. Semua itu ditujukan kepadaa  orang-orang miskin yang memang benar-benaar membutuhkan bantuan tersebut.

Haal itu tentu berdampak positif bagi kita sebagai penonton bahwa di sekeliling kita masih banyak  orang-orang yang hidup susah payah. Acara tersebut mengajarkan kita untuk  terus berbagi kepada orang yang membutuhkan dan mengajak kita untuk bersyukur karenaa kita adalah salah satu orang yang beruntung.

Acara-acaraa  tersebut tentu harus dikemas secara dramatis agar menarik  di tonton  orang tentu  demi rating acara tersebut tinggi. Maka sang produser mengeksploitasi kemiskinan secara berlebihan agar penonton terharu. Saya menyebutnya eksploitasi kemiskinan karena  kitaa sering menjumpai orang-orang miskin tersebut makan  hanya dengan nasi putih  dan garam, makan rebusan singkong karena tidak punya beras  terkadang sang host acara tersebut menangis sambil dibumbuhi narasi-narasi kemiskinan yang dibuat secara berlebihan.

Saya  jadi heran masa iya  kemiskinan dibangsa kita sebegitu parah yang ditampilkan di teve itu. masyarakat Indonesia adalah masyarakat   gotong royong dan sepengalaman saya jikka ad tetangga kita yang hidup susah pasti kitaa memberi bantuan walaupun sedikit, tetapi reality show semacam itu terkadang ada seorang tetangga datang menagih hutang seperti rentenir atau minta ganti rugi jika barang yang dijualkan oleh objek dalam acara itu (orang yang katanya miskin)   rusak atau hilang. Nampak betul itu adalah dramatisasi dan ada unsur rekayasa dan eksploitasi   lebay yang dibuat oleh produser untuk kepentingan komersil.

Reality semacam itu tentu mmengajak kita peduli sesama terutama pada orang yang kurang beruntung tanpa harus eksploitasi kemiskinan demi keuntungan sepihak. Bukankah demikian?
Jangan berlebihan mengeksploitasi kemiskinan agar kesannya  tidak terlihat bahwa itu untuk keuntungan orang-orang berduit.
Rabu, 20 Oktober 2010 | By: Rahman Raden

9 Poin Tentang Puteri Indonesia

Ajang Pemilihan Puteri Indonesia adalah ajang ratu kecantikan tanah air yang paling ditunggu oleh semua orang apalagi setelah Puteri Indonesia berkompetisi ke ajang Miss Universe sehingga menjadi perhatian khalayak. Terlepas dari itu semua saya memiliki sembilan poin yang ada dalam ajang tersebut ya... paling tidak menggelitik kita sebagai masyarakat. Berikut sembilan poin tersebut
               Artika Sari Devi masuk 15 besar di Miss Universe 2005.
  1. Sejak pertama kali pada tahun 1992 peraih terbanyak gelar Puteri Indonesia adalah provinsi DKI Jakarta.
  2. Setiap wakil DKI Jakarta masuk tiga besar di pemilihan Puteri Indonesia maka dapat ditebak bahwa sang juara adalah Puteri dari DKI Jakarta.
  3. Sampai saat ini Yayasan Puteri Indonesia belum memberikan keterangan konkrit mengapa DKI Jakarta bisa mnegirim wakilnya lebih dari satu sedangkan daerah lain tidak boleh dalam Pemilihan Puteri Indonesia.
  4. Artika Sari Devi, Puteri Indonesia 2004 yang pertama kali berhasil masuk 15 besar Miss Universe 2005, itulah prestasi tertinggi Puteri Indonesia di ajang Miss Universe hingga saat ini.
  5. Nadine Candrawinata dan Qori Sandioriva adalah Puteri Indonesia yang pernah membuat citra tidak baik karena bahasa Inggrisnya yang belepotan saat sesi wawancara di Miss Universe.
  6. Selama wakil dari Aceh Darussalam berjilbab di pemilihan Puteri Indonesia, maka selama itu pula gelar Puteri Indonesia tidak akan pernah diraihnya dan selama itu pula Puteri perwakilan Aceh Darussalam tidak akan mungkin berlaga di Miss Universe kecuali jilbabnya dilepas seperti yang dilakukan Qori Sandioriva.
  7. Setiap kali Puteri Indonesia berkompetisi di ajang Miss Universe maka yang paling disoroti oleh publik adalah baju renang yang akan dikenakan saat Miss Universe berlangsung.
  8. Zivana Letisha Siregar, Puteri Indonesia 2008 yang mencuri perhatian dunia dalam poling yang dilakukan oleh situs resmi Miss Universe bahkan sempat diunggulkan masuk 15 besar karena dalam poling Zivana berada di puncak namun sayang pilihan masyarakat dunia itu tidak berpengaruh dalam penjurian. Zivana pun pulang tanpa gelar di Miss Universe.
  9. Nadine Alexandra Dewi Ames, Puteri Indonesia 2010 yang paling dibicarakan didunia maya karena sang puteri tidak lancar berbahasa Indonesia.
Selasa, 19 Oktober 2010 | By: Rahman Raden

Benarkah Ciuman Bisa Tularkan Flu?

Saat cuaca tak menentu seperti saat ini, banyak orang dengan mudah terserang flu. Bukan hanya hidung dan mata yang berair, biasanya flu juga disertai dengan demam.

Untuk menangkis dan melawan virus flu dari tubuh, banyak mitos beredar dipercaya banyak orang. Tapi, apakah semuanya benar?
Berikut ini penulis ilmiah terkemuka, Jennifer Ackerman, menjelaskan beberapa mitos tentang flu dalam bukunya 'Ah Choo', seperti dikutip dari Times of India.
1. Mitos: ciuman menularkan flu
Fakta: Berciuman atau berbagi minuman tidak dapat menyebarkan flu ke orang lain. Keluarga terbesar virus yang menyebabkan flu, yaitu rhinoviruses. Dan ini jarang sekali bisa masuk ke tubuh kita melalui mulut, hal ini menurut penelitian di University of Wisconsin Medical School.

2. Mitos: vitamin C sembuhkan fluFakta: Menurut penelitian, tidak ada bukti yang mengatakan, vitamin C mampu menghindari tubuh dari serangan flu. Bahkan antibiotik yang disebut-sebut dapat mengobati flu pun sebenarnya tidak bisa menyembuhkan flu, sebab penyakit ini disebabkan oleh virus. Sementara antibiotik hanya digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan bakteri.

3. Mitos: Lendir kental dari hidung tanda infeksi bakteriFakta: Lendir kental yang biasa keluar dari hidung bukanlah tanda infeksi bakteri, tetapi merupakan tanda sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik. Perubahan warna lendir dari jernih, kuning, hijau merupakan respon lebih kuat atas sistem kekebalan tubuh kita.

4. Mitos: Banyak minum air untuk redakan flu
Fakta: Ketika terserang flu, perbanyak minum air putih atau jus buah-buahan murni. Beberapa minuman segar seperti teh herbal pepermint atau minum air jeruk hangat bisa membantu mempercepat penyembuhan flu.

5. Mitos: Sup ayam bisa sembuhkan flu
Fakta: Sup ayam disebut-sebut sebagai obat flu sejak zaman dahulu. Penelitian terbaru menunjukkan mungkin ada beberapa fakta ilmiah di balik legenda bahwa sup ayam membantu flu.
Walau sebagian besar obat-obatan tidak bisa membantu menyembuhkan flu Anda, namun resep obat antiviral dapat menghambat perkembangan virus bila dikonsumsi dua hari sebelum gejalanya muncul. Pengobatan lainnya yang bisa Anda lakukan di rumah, yakni memperbanyak waktu tidur dan banyak minum.
http://kosmo.vivanews.com/