Senin, 07 Maret 2011 | By: Rahman Raden

Air Surut - Lagi BBM Langka di Kalbar?

Antrian BBM di Pontianak beberapa hari terakhir

Lagi-lagi masalah klasik melanda negeri kaya minyak, saat ini Pontianak dan daerah lain di Kalbar lumpuh total jalanan sepi tapi padat. Padat bukan karena mereka ngalor-ngidul melainkan antre BBM di SPBU. Saya tidak bisa membayangkan kapan antrian sepanjang +-500 meter itu akan usai demi sebuah BBM di SPBU.

Antriannya "panjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnngggggggggggggggggggg" benget, Suer ane nggak lebay.

Jika tiga minggu terakhir BBM langka di Kalbar disebabkan oleh kapal yang tenggelam di sungai Kapuas sehingga kapal tangker terhambat itu masih masuk akal dan bisa terima dengan pasrah. Berkat usaha  keras Pelindo dan pemerintah daerah akhirnya pada sabtu kemarin 05/02 kapal yang tenggelam berhasil di evakuasi dari jalur lintas kapal di sungai kapuas.

Ironi tragedi terjadi lagi, logikanya kalau kapal bisa masuk berarti kapal tanker bisa menyuplai BBM dengan baik namun hingga saat ini BBM makin parah bahkan kelangkaan lebih parah dari tiga minggu terakhir. Bayangkan untuk hari ini saja mencari BBM seperti mencari air di padang sahara. Melihat orang mendorong sepeda motor bukan pemandangan langka hari ini. Sejak semalam 06/02 BBM di SPBU habis, tadi sore harga eceran di kios bensin tembus angak 20.000 rupiah/ liter

Alasan dari pihak yang berwenang dan paling bertanggung jawab yaitu Per****** mengatakan dimedia "Suplay BBM di Kalbar tersendat karena menunggu air pasang"

"Apa?' warga bertanya dengan kesal dengan wajah merah padam seolah tidak percaya.
"Suplay BBM di Kalbar tersendat karena menunggu air pasang" jawab yang berwenang dengan nada meyakinkan.

Pleace de ah, hari gini bicara air pasang surut. Bukannya air pasang surut sudah ada sejak nabi Adam. emangnya dari dulu sungai Kapuas airnya pasang terus kok baru sekarang surut. Sebagai warga yang baik saya jadi heran dan yang pasti hanya bisa pasrah dengan kondisi BBM langka. Ibarat pepatah kami adalah ayam yang kelaparan di lumbung padi. Semoga berakhir manis

2 komentar:

Darwis Alwan El-Habsyi mengatakan...

sabaaar mann! yaa terimalah... kawan!

Rahman Raden mengatakan...

nggak bisa... ini ada konspirasi oknum yg bekepentingan

Posting Komentar