Selasa, 22 Maret 2011 | By: Rahman Raden

Tetanggaku Eksploitasi Anak

gambarnya sedikit serem ya? hi...!!!

Berawal dari gosip ibu-ibu di tetangga kanan kiri akhirnya membuat saya menulis disini, (kok saya malah ikutan ngegosip ya?) ini bukan sebuah gosip melainkan sebuah kekhwatiran dan keprihatian saya karena pembantu baru di tetangga saya tersebut adalah seorang gadis kecil dibawah umur, mungkin umurnya sekitar 13 tahun. Gadis tersebut yang seharusnya sekolah tetapi nasib berkata lain, alasan klasik lagi-lagi mendera yaitu karena himpitan ekonomi.

Seperti pembantu pada umumnya, gadis kecil tersebut mencuci baju majikannya, meyeterika baju dan mungkin berkemas-kemas di dapur (untuk yang satu ini saya kurang tau "tida mau tahu" karena saya ogah ngegosip bareng ibu-ibu. Saya kan brondong "narsis" masa mau ngegosip). Himpitan ekonomi atau kemiskinan keluarganya membuat gadis kecil itu harus bersusah payah membantu orang tuanya mencari uang demi menyambung hidup. Allah, apa yang terjadi pada pemerintah di republik ini.

Jelas saya prihatin, seharusnya pemerintah harus melihat rakyat miskin, sehingga eksploitasi anak tidak terjadi dan tidak dilakukan. Beri pendidikan gratis minimal untuk rakyat miskin agar mereka bisa lari dari kemiskinan dengan pendidikannya yang dimiliki. Saya juga heran kenapa bisa mau ya tetangga saya tersebut penerima pembantu anak di bawah umur. Bukannya jika hal ini diketahui oleh Komnas Anak urusannya bisa brabe.

Wahai pemimpin ada dimana kau saat ini (ceile, kaya oposisi ya), ngapain aja dengan mobil dinas mewahmu itu. Bukankah mobil dinas mewah dari rakyat tersebut seharusnya digunakan untuk berkeliling melihat rakyat miskin yang butuh perhatianmu. Saya tidak bisa berbuat banyak, mungkin beberapa hari kedepan "secepatnya' koordinasi dengan RT/RW untuk mencari jalan terbaik buat tetangga saya tersebut. Karena jika membiarkan tetangga saya mempekarjakan gadis dibawah umur tersebut maka sama halnya eksploitasi anak dan itu bisa penjara hukumannya. Jika gadis tersebut diberhentikan berarti memutuskan sumber keungan keluarganya. Serba Salah....!!! Alamak jan... ape hal

9 komentar:

Darwis Alwan El-Habsyi mengatakan...

yaa, inilah negeri kita, yang selalu ada masalah, dari yg spele hingga yang sangat tidak karuan. yaaa, semoga sajalah pemerintah mendengar dan melihat akan perkara ini!

Gaphe mengatakan...

biarpun brondong narsis tetep boleh loo ngegosip. hahah.. #bukan berondong, tapi bencong kalo gitu ^_^V

kalo liat perlakuan itu laporin aja Man!

Rahman Raden mengatakan...

Darwis: amin
Gaphe:q anti nggosip.aku brondong bukan bencong,hahahaha....

catatan kecilku mengatakan...

kasihan ya..., di saat teman2 seusianya sekolah, ternyata banyak anak2 yg terpaksa ikutan membanting tulang mencari nafkah.

the other mengatakan...

walah..., kenapa juga gambar yg dipasang spt itu?

Place to Study mengatakan...

ada berapa tetangga yang mengeksploitasi anak2 Om?

jejak langkahku mengatakan...

semoga saja tak lama lagi, anak2 Indonesia semua dapat sekolah. Amin....

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

selama gak disuruh kerja keras terus menerus sih gak apa2.tapi ya seharusnya memang jgn dipekerjakan ya. terlalu kecil. mungkin juga tetanggamu gak bermaksud mengeksploitasi tapi dia cuma ingin bantu anak itu dan keluarganya dg memberi pekerjaan.

Rahman Raden mengatakan...

Mbak reni: satu orng ja mbak
sasha: ternyata km lebih bruntung dari dia
cerpenis: ada betulnya juga. tapi ttp saja scara hukum ttp salah tu tetangga q

Posting Komentar