Minggu, 06 Maret 2011 | By: Rahman Raden

Komunitas dan Toko Buku



Setelah dinyatakan lulus Diploma disebuah Akademi, perguruan tinggi di Jawa Timur pada akhir 2008 kemarin, praktis banyak kegiatan yang bersifat menimba ilmu sedikit demi sedikit mulai tergerus oleh kesibukan sehari-hari. Misalnya saat ini saya sudah meninggalkan dunia organisasi, forum diskusi dan memburu buku-buku terbaru dari penulis, baik ilmiah maupun fiksi.

Sibuk memaksa saya untuk fokus pada yang saya kerjakan saat ini, belum terfikirkan untuk kembali aktif di organisasi terutama organisasi kepemudaan yang mengasah kreatifitas. Beberapa bulan yang lalu sempat ada tawaran dari teman saya untuk bergabung dalam sebuah komunitas pecinta dan pembuat film pendek, namun sayang lagi-lagi saya berhalangan datang untuk ikut serta.

Saya punya ambisi suatu saat saya ikut dalam sebuah komunitas yang membuat saya kembali dalam dunia kreatif seperti saat kuliah dulu. Walaupun waktunya belum saya tentukan kapan itu bisa terlaksana.

Itu organisasi yang hingga saat ini belum terwujud namun beda halnya dengan dunia baca, dari dulu membaca menjadi sebuah hiburan yang mengasikan buat saya. Rindu saya pada dunia baca mulai terobati karena saya menemukan tempat favorit yang membuat saya betah muter-muter dibarisan buku dan majalah.

Yang pasti saya tidak menjadi member perpustakaan daerah, namun saya menjadi pengunjung setia sebuah Mall tiap akhir pekan hanya untuk membaca buku dan jika berkesan tentu saya kekasir untuk tidak segan-segan memburu buku tersebut. Tentu memburu dan membaca buku disebuah toko buku di Mall. Walaupun dipastikan tidak membeli buku setiap kali berkunjung namun paling tidak saya bisa mecuri-curi ilmu dari barisan buku yang ada di toko itu.

Bersama teman saya, sering sekali membaca buku ditoko tersebut bersama pengunjung yang memiliki hobi yang sama. Dari beberapa bulan (Cuma tiga bulan) Alhamdulillah saya sudah mengoleksi empat buku dari seringnya mengunjungi toko buku rinciannya tiga buku saya beli dengan uang saya sendiri sedangkan yang satu lagi dibelikan oleh teman saya yang berniat traktir makan ternyata jathnya traktir beli buku.

Asyik lain kali sering-sering traktir ya sob, kalau perlu traktir beli baju yang dipajang di etalase toko. Hehehe…..

3 komentar:

Darwis Alwan El-Habsyi mengatakan...

mmmm enak yeee! man aku pun juga cinta baca, tp baca koran, nggak apa apa kan?

Rahman Raden mengatakan...

yang penting baca ... apa aja terserah asal dapt pengetahuan...he3x

fanny mengatakan...

emang lebih enak ditraktir buku daripada makan ya. hehee

Posting Komentar