Kamis, 03 Maret 2011 | By: Rahman Raden

A Masterpiece Of Erwin Gutawa


Semalam apa yang anda saksikan di televisi? Jika jawabnnya sinetron atau film maka saya akan menceritakan apa yang saya tonton semalam di SCTV yaitu A Masterpiece Of Erwin Gutawa, konser musik orchestra yang luar biasa dari Erwin Gutawa. Sangat eksklusif dengan tatanan panggung yang megah, serta tata suara dan lampu kualitas tinggi, dengan iringan orchestra Erwin Gutawa yang melibatkan ratusan musisi, seniman tanah air termasuk dari pemain teater Musikal Laskar Pelangi menjadikan konser tersebut benar-benar mewah.

Konser dibuka dengan instrumen musik etnik dari Bali dan kemudian Gabriel B Harvianto dengan kostum wanita Bali hadir bersama Lea Simanjuntak dan  membuka vocal dalam konser tersebut dengan lagu Menjilat Matahari, karya Yockie S Prayogo.. Selanjutnya Once tampil dengan lagu hits miliknya yaitu Simphoni Indah.

Konser yang digelar di Plenary hall, JHCC, Jakarta, Sabtu, 26 Februari 2011 itu baru ditayangkan semalam sacara eksklusif oleh SCTV. Menghadirkan penyanyi tiga zaman mulai dari Iwan Fals, Once, Kotak, Sandy Shandoro, Indira Sugandi, Gita Gutawa, Afgan, Vidi Aldiano dan penyanyi papan atas lainnya.

Yang paling berkesan dari serangkaian konser A Masterpiece Of Erwin Gutawa adalah saat Tantri Kotak tampil di segmen Rockestra menyanyikan lagu milik lady rocker Indonesia Nicky Astria yaitu Jangan Ada Angkara. Tantri sukses membawakan lagu legend tersebut dan disambut tepuk tangan penonton. Sementara putrinya Gita Gutawa membawakan sejumlah lagu miliknya sendiri yang populer seperti Harmoni Cinta dan Sempurna, riuh penonton dengan tepuk tangan pun menggema.

Sementara Cristopher Nelwan penyanyi cilik membawakan lagu Jari-jari Cantik yang merupakan karya Erwin Gutawa dalam Musikal Laskar Pelangi. Cristoper Nelwan tampil setelah anak teater Musikal Laskar Pelangi tampil dengan lagu-lagu dalam album Musikal Laskar Pelangi seperti lagu Anak Pelangi, Nasib Tak Akan Berubah dan Nasib Telah Berubah.

Afgan dan Vidi Aldiano tampil duat dalam segmen Tribute Chrisye menyanyikan tembang-tembang dari penyanyi legendaris itu secara medley. Erwin Gutawa cukup beralasan mengapa Afgan dan Vidi Aldiano yang membawakan lagu dari Alm Chrisye karena kedua solois muda berbakat itu telah mewakili perubahan musik Indonesia dari jaman yang berbeda ke konsep musik modern dari Erwin Gutawa Orchestra. Afgan dan Vidi Aldiano itu dipastikan akan menjadi icon perkembangan musik Indonesia dimasa depan karena konsistensi mereka bedua di Industri Pop Indonesia, selain itu juga kita dibawa bernostalgia dengan lagu-lagu Alm Chrisye dengan Orchestra Erwin Gutawa yang modern.

Lagu-lagu Alm Chrisye oleh Afgan dan Vidi Aldiano adalah Baju Pengantin, Merpati Putih, Angin Malam, Cintaku, Serasa, Pelangi. Sebelum medley dimulai kaduanya tampil solo dengan lagu Andai Aku Bisa dibawakan oleh Afgan, sementara Vidi Aldiano membawakan lagu Seperti Yang Kau Minta. Keduanya tampil sukses membawakan lagu Alm Chisye denga karakter vocal yang khas masing-masing.

Thank you Erwin Gutawa, you have the energy to bring exceptional music to this nation through the orchestra. We as a country boy proud of your work in A masterpiece Erwin Gutawa.

3 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

Erwin emang hebat ya

Darwis Alwan El-Habsyi mengatakan...

is verry fantasis, erwin gutawa i like you!

Rahman Raden mengatakan...

kita semua suka erwin gutawa

Posting Komentar