Rabu, 09 Maret 2011 | By: Rahman Raden

Kesiangan


Kelabu di ujung subuh, merantai tirai pagi dengan nyanyian hati. Jari mengitari tasbih mengikuti gerak bibir menyebut asma Ilhai. Rentetan suara mesin mengaung memecah diantara cahaya timur yang redup. Rekayasa pagi telah terjadi dan wajah usang terpancar dari tiap raut yang menysuri tiap jejak diatas tanah.

Kelabu dipagi suntuk dengan asap dapur mengepul, perapian meredup seiring angin pagi yang tertiup dibawah sayap-sayap kecil burung gereja. Rentetan masin makin bising ditelinga seolah berada dalam ruang tanpa kedap, bising....bising dan bising hingga jalanan pagi sulit untuk diseberangi.

Dibuat jelang sore karena bangun siang..... pulang dini hari dan tidur setelah subuh. Sholat nggak? No coment

3 komentar:

Gaphe mengatakan...

pake weker donk, biar nggak kesiangan.. (duh, bahasaku : wekeer.. last year banget nggak sih. hahaha).

ya udah, sekali kesiangan nggak apa apa.. asal nggak keterusan aja

Rahman Raden mengatakan...

hahaha.... walaupun pake weker ato alarm ttp aja cuma numpang lewat ditelinga.

Darwis Alwan El-Habsyi mengatakan...

kebiasaan yg harus di musnahkan!

Posting Komentar