Jumat, 01 April 2011 | By: Rahman Raden

Asap Menyambut Pagi


Saat bangun tidur pagi tadi saya merasakan dada sesak saat keluar rumah untuk mendapatkan angin segar. Alih-alih ingin dapat angin segar di pagi hari, semua harus dikubur dalam-dalam untuk mendapatkan udara segar beberapa hari ini. Sepertinya tanda-tanda tidak baik sedang mengancam pernapasan yang berujung pada Inveksi saluran pernapasan akut atau ISPA.

Setelah kemarau melanda maka tidak lengkap rasanya jika Kalimantan tidak di bumbuhi dengan asap yang mengepul dari sisa kebakaran hutan atau lahan pertanian. Saat ini udara pagi khususnya di tempat saya tinggal sangat tidak baik karena pagi yang biasanya segar oleh kehijauan kini malah tertutup oleh asap yang datang tanpa diminta.

Tentu hal yang di alami tersebut seperti orang yang baru saja merokok, hidung sakit dan dada sedikit sesak akibat menghurup asap yang sudah menyatu dengan udara. Saat ini udara di kota saya tinggal sedang berselimutkan mahkota putih berupa asap yang membahayakan bagi paru-paru.

7 komentar:

Masbro mengatakan...

Padahal dulunya pulau kalimantan adalah paru paru dunia,,

Semoga nantinya udara di sana segar kembali ya Mas;

Rahman Raden mengatakan...

amin, semoga segalany kembali membaik di kalimantan

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

mesti siapin masker ya

muhJrs mengatakan...

parrahhh bener polusinya,,,,,,sabar plend,

Darwis Alwan El-Habsyi mengatakan...

itulah alam pada zaman sekarang, sabar kawan, kerahkan ilmu mu untuk meredakan semua itu! amien ya allah!

the others.... mengatakan...

Wah kalau asap dimana-mana, memang bikin sesak nafas tuh.

place to study mengatakan...

Polusi udara karena asap... duh pasti pedih juga di mata.

Posting Komentar