Rabu, 06 April 2011 | By: Rahman Raden

Dari Prita Hingga Briptu Norman


Jujur bangsa yang selama ini disebut sebagai negara bedebah hal itu dikarenakan banyaknya kasus korupsi, mafia hukum dan sederat masalah yang menyeret nama besar sekaligus pejabat di republik ini. Maka hal itu membuat rakyat marah tak berlawan.

Pejabat republik kita yang selalu bertindak tidak wajar dan justru tebang pilih membuat rakyat dari sabang sampai merauke bersatu untuk melawan tindakan-tindakan negatif yang dilakukan oleh oknum pejabat negara ini hal ini terbukti di era demokrasi seperti sekarang.

Hal ini dapat dibuktikan bahwa rakyat ini bahu membahu untuk menolong rakyat lain saat mengalami ketidakadilan yang dilakukan oleh pejabat berwenang. Seperti kasus terbaru yaitu vedeo anggota Polisi, Briptu Norman Kamaru saat lispsinc lagu india Chiya-chiya di Youtube yang di anggap mengghibur oleh rakyat justru terdengar bahwa Briptu Norman akan di sanksi oleh atasannya di Institusi Polri karena melanggar kode etik kepolisian.

Tak dapat dipungkiri pernyataan petinggi Polri yang akan memberi sanksi pada Britu Norman mendapat tentangan keras dari rakyat dan seluruh media. Menurutnya hal yang dilakukan oleh Briptu Norman semata-mata sifat manusiawi. Karena tentangan rakyat dan media tersebut akhirnya Briptu Norman tidak di sanksi berat oleh atasannya. Briptu Norman hanya di sanksi menyanyi saat apel pagi di Polda Gorontalo. Tentu itu karena tidak terlepas dari suara rakyat yang bersatu mendukung tindakan Briptu Norman. Tidak di sanksinya Briptu Norman menjadi kabar baik bagi rakyat di seluruh Indonesia.

Suara rakyat akan bersatu jika pejabat berwenang melakukan kebujakan-kebijakan yang tidak etis dan tidak sesuai dengan keadaan di lapangan. Berbagai Masalah di negeri ini terlepas berkat solidaritas tinggi rakyat Indonesia, seperti kasus Prita Mulya Sari, Bibit Samad Rianto dan Chandra Marta Hamzah serta terbaru Britu Norman Kamru. Bravo Rakyat Indonesia....

3 komentar:

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

ya betul, kita harus bersatu utk memberantas semua yg gak bener di negara ini.masalahnya gak mudah utk bersatu, apalagi kalo yg berkuasa udah pake jabatan dan uang.

ReBorn mengatakan...

menurut saya yang jadi permasalahan adalah lidahnya yang ditindik/dianting. bukan jogednya. soalnya saya pikir selama ini polisi seharusnya tidak boleh ada tindikan di tubuhnya. CMIIW

Rahman Raden mengatakan...

cerpenis: setuju tu, poinny 100 deh bwt kamu
Reborn: masalah tindikan di lidah bisa di buang/ di lepas

Posting Komentar