Kamis, 10 Februari 2011 | By: Rahman Raden

Akulturasi Budaya Dibulan Maulid


Saat ini dalam kalender Hujiriyah adalah bulan Rabiul Awal atau akrab di sebut bulan maulid. Pada bulan maulid ini menurut sejarah islam adalah bulan kelahiran nabi Muhammad SAW yang lahir pada hari senin 12 Rabiul Awal. maka pada bulan tersebut di sejumlah Masjid dan Mushollah akan merayakan acara maulid untuk mengenang lahirnya sang revolusioner islam yaitu Rasulullah SAW.

Pada bulan maulid masyarakat Indonesia akan mempersiapkan sejumlah uang untuk swadaya perayaan maulid di masjid dan mushollah. Namun terkadang masjid-masjid di perkotaan merayakan maulid dengan kucuran dana dari sejumlah lembaga islam dan Pemda dalam hal ini Depag yang memiliki wewenang. Sedangkan di perkampungan perayaan maulid di adakan dengan sumber dana dari swadaya masyarakat.

Bukan Indonesia jika acara-acara seperti maulid tidak bernuansa atau berbau adat kebudayaan. Seperti di lingkungan saya saat malam bulan Rabiul Awal atau maulid masysrakat akan berkumpul di masjid atau mushollah dengan membawa berbagai jenis makanan seperti kue tradisional khas Indonesia, serta kuliner kuliner lainnya seperti lauk dari olahan daging ayam dan daging sapi.

Setelah selesai sholat magrib maka warga akan mengadakan doa kepada Allah SWT dan sholawat kepada nabi Muhammad SAW setelah acara doa selesai maka makanan yang di bawa oleh warga tadi dimakan secara bersama-sama. Acara tersebut selain memohon doa dan syukur juga ada nilai tambahnya yaitu rasa kepedulian untuk berbagi dan bersilaturahmi.

Tidak hanya itu saja biasanya warga di lingkungan saya yang memiliki kemampuan Financial yang cukup pada bulan maulid akan mengadakan acara yang serupa dengan cara mengundang para tetangga sekitar untuk merayakan maulid secara bersama. Biasanya pada hari libur seperti minggu dan sabtu.

Setelah tamu undangan datang maka tuan rumah membakar kemenyan dilanjutkan dengan berdoa dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, di lanjutkan dengan menikmati hidangan yang telah disediakan oleh tuan rumah. Undangan biasanya terdiri dari tamu laki-laki untuk tamu perempuan biasanya hanya kerabat terekat yang di undang.

Itulah Indonesia jika maulid tiba seperti sekarang, acara demi acara dilaksanakan untuk mengenang lahirnya Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan nilai budaya dan peduli sesama dan bersilaturrahmi. I Love Indonesia.

3 komentar:

Masbro mengatakan...

Inilah Indonesia, bangsa yang rakyatnya punya banyak adat istiadat;

Rahman Raden mengatakan...

Mabro: tul bnget...gue se7 bnget

Darwis Alwan El-Habsyi mengatakan...

selain punya wakil rakyat yang konyol, indonesia juga mempunyai sejuta harta kekayaan yang terkenal di mata dunia, salah satunya budaya dan tradisi. i like indonesia not his representatives.

Posting Komentar